Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / Jamaah Ikhwanul Muslimin dalam Keadaan Stabil, Berikut Wawancara Sekjen IM dengan Aljazeera

Jamaah Ikhwanul Muslimin dalam Keadaan Stabil, Berikut Wawancara Sekjen IM dengan Aljazeera

Sekretaris Jenderal Ikhwanul Muslimin, Mahmoud Hussein. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Istanbul. Portal berita Aljazeera.net menggelar wawancara ekslusif dengan Sekretaris Jenderal Jamaah Ikhawnul Muslimin (IM), Mahmoud Hussein. Dalam kesempatan itu, Hussein mengakui adanya proses peninjauan ulang sejumlah kebijakan jamaahnya.

Namun begitu, ia menegaskan proses semacam itu merupakan hal yang lumrah dan berjalan dinamis. Tinjauan ulang dilakukan pada sejumlah kebijakan, seperti khususnya urusan IM dengan revolusi.

Selain itu, Hussein juga menyebut IM telah merampungkan sejumlah hal yang berkaitan dengan pelayanan atau khidmat, peran IM dalam panggung politik di masa mendatang, serta pengembangan dalam komite teknis IM.

Hanya saja, Hussein menolak untuk mengungkapkan rincian dari peninjauan internal tersebut. Menurutnya, IM tidak punya kewajiban untuk mengumumkan kebijakan internal Jamaah.

Di sisi lain, Hussein mengakui masih ada desakan dari pemerintah Mesir untuk menyerahkan status quo. “Hal itu tidak akan pernah terjadi, dengan izin Allah,” tegasnya, seraya menyebut tidak ada komunikasi langsung antara IM dengan Rezim Mesir.

Berikut adalah cuplikan wawancara seperti yang dikutip dari Aljazeera, Selasa (29/01/2019):

“Strategi kami adalah memungkinkan rakyat untuk mengelola urusan mereka sendiri melalui pembentukan sistem yang demokratis, pluralistik dan dilembagakan, atas dasar kewarganegaraan yang layak dengan peluang yang sama dan mencapai keadilan di antara semua tanpa memperhatikan warna atau ras atau afiliasi dalam bentuk apa pun.”

“Tidak ada yang bisa membayangkan apakah kami bisa melakukan perubahan. Kami bagian dari rakyat, dan urusan perubahan hendaknya melibatkan semua. Ini pertama.”

“Kedua, IM bekerja dengan potensi dan upaya mereka sendiri, dalam melakukan segala daya mereka sesuai dengan metodologi perubahan damai yang kami anut. Ini dilakukan dengan proses politik seperti Parlemen, dan lain sebagainya. …

“Kami percaya bahwa harganya mahal, biayanya tinggi, pengorbanannya besar, tetapi kami tidak bisa menyimpang dari prinsip kami dan apa yang kami yakini, dan kami percaya pada kemenangan dan pertolongan Allah.” (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Figure
Organization