Home / Berita / Opini / Bagaimana Nasib Orang Miskin?

Bagaimana Nasib Orang Miskin?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (adibounds.wordpress.com)

dakwatuna.com – Sebelum ke pokok pembahasan kita harus tahu dulu apa arti dari kata kaya dan miskin, Karena tidak akan ada orang kaya kalau tidak ada orang miskin.

Kaya memiliki beberapa arti. Kaya adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelapalan yang sama, tetapi maknanya berbeda. Arti kata kaya dapat masuk ke dalam jenis kiasan sehingga penggunaan katanya dapat berarti lain.

Kaya memiliki arti dalam kelas adjektiva atau kata sifat sehingga kaya dapat mengubah kata benda atau kata ganti. Biasanya dengan menjelaskan atau membuatnya menjadi lebih spesifik. Tapi kebanyakan orang menganggap arti kaya adalah mempunyai banyak harta uang dan sebagainya.

Sedangkan kata miskin memiliki 1 arti. Miskin memiliki arti dalam kelas adjektiva atau kata sifat sehingga miskin dapat mengubah kata benda atau kata ganti. Biasanya dengan menjelaskannya atau membuatnya menjadi lebih spesifik. Sebagian masyarakat memberikan arti kata miskin adalah tidak berharta, serba kekurangan, berpenghasilan sangat rendah.

Pada bulan Maret 2018, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Indonesia mencapai 25,95 juta orang (9,82%), berkurang sebesar 633,2 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2017 yang sebesar 26,58 juta orang (10,12%).

Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2017 sebesar 7,26%, turun menjadi 7,02% pada Maret 2018. Sementara itu, persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2017 sebesar 13,47%, turun menjadi 13,20% pada Maret 2018.

Selama periode September 2017–Maret 2018, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 128,2 ribu orang (dari 10,27 juta orang pada September 2017 menjadi 10,14 juta orang pada Maret 2018), sementara di daerah pedesaan turun sebanyak 505 ribu orang (dari 16,31 juta orang pada September 2017 menjadi 15,81 juta orang pada Maret 2018).

Betapa banyaknya kemiskinan yang ada di Indonesia. Harus ada cara untuk menangani kemiskinan tersebut. Karena kemiskinan merupakan salah satu masalah yang dimiliki setiap negara, negara maju maupun negara berkembang. Segala upaya yang dilakukan pemerintah maupun masyarakat telah dikerahkan untuk mengatasi kemiskinan tersebut.

Berikut beberapa upaya dan cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi ataupun mengurangi kemiskinan, antara lain:

  • Mengelola sumber daya alam yang ada di Indonesia dengan sebaik-baiknya.
  • Meningkatkan kualitas mutu sumber daya manusia.
  • Membuka peluang investasi.
  • Meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Memperlebar dan menambah jumlah pengusaha, baik pengusaha kecil maupun pengusaha besar.
  • Mengurangi impor dan memperbanyak ekspor.
  • Memperbaiki infrastruktur sebagai sarana penghubung perekonomian.
  • Mendirikan balai latihan kerja untuk masyarakat.

Berbagai usaha tersebut, membutuhkan usaha yang serius untuk melaksanakannya. Di samping itu diperlukan komitmen pemerintah dan semua pihak untuk melihat kemiskinan sebagai masalah fundamental yang harus ditangani dengan baik, berkelanjutan dan dengan dukungan anggaran yang jelas. Dengan demikian penanggulangan kemiskinan menjadi gerakan dari, oleh dan untuk rakyat. (yudha/dakwatuna.com)

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Manarul Hidayat

Lihat Juga

Volume Investasi Asing di Turki Tahun 2018 Capai US$13,1 Miliar

Organization