Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / Teheran Sebut Konferensi Anti-Iran di Polandia Sebagai ‘Fitnah’

Teheran Sebut Konferensi Anti-Iran di Polandia Sebagai ‘Fitnah’

Bendera Iran. (Anadolu Arabic)
dakwatuna.com – Teheran. Pemerintah Iran kembali mengecam konferensi internasional yang akan digelar di Polandia bulan depan. Disebutkan, konferensi yang akan membahas Iran itu sebagai sebuah ‘fitnah baru’.

Diketahui Amerika Serikat (AS) bekerja sama dengan Polandia akan menggelar konferensi internasional yang disebut sebagai Konferensi Anti-Iran. Konferensi itu akan dihelat pada tanggal 13 hingga 14 Februar 2019 mendatang.

“Konferensi itu merupakan serangan baru dari kekuatan Barat terhadap Iran, persis seperti konspirasi ISIS,” kata Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri di Parlemen Iran, seperti dikutip dari Anadolu Arabic, Ahad (27/01/2019).

“Konferensi yang akan digelar di Warsawa itu tak ubahnya sebagai fitnah baru yang bertujuan menundukkan Iran,” imbuhnya.

Rencananya konferensi itu akan secara khusus membahas soal Timur Tengah dan ancaman hegemoni Iran di kawasan itu. Puluhan pejabat dari banyak negara dijadwalkan hadir, terutama para menteri luar negeri negara Teluk. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Figure
Organization