Topic
Home / Narasi Islam / Dakwah / Hijrah Perbaikan Diri

Hijrah Perbaikan Diri

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (henydwi.wordpress.com)

dakwatuna.com – Dalam kesempatan kali ini kita akan membicarakan tentang hijrah. Sebelum kita membahas lebih dalam dan terperinci lagi, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa definisi dari kata hijrah itu sendiri.

Hijrah menurut bahasa adalah berpindah tempat, berpindah dari kota satu ke kota yang lainnya, dari negara satu ke negara lainnya. kalau dalam masa nabi, nabi muhammad hijrah dari Mekkah ke Madinah.

Sedangkan menurut istilah, hijrah adalah perbaikan diri kita sendiri yang pada awalnya buruk berpndah menjadi yang lebih baik. Dulu pada awalnya tidak pernah menjalankan perintah-perintah-Nya menjadi menjalankan semua apa yang diperintahkan-Nya. Atau juga bisa disebut yang awalnya darul kufur menjadi darul Islam.

Di dalam hijrah, ada beberapa tahapan yang harus kita perhatikan jika kita sudah bersungguh-sungguh dalam berhijrah, yaitu:

  • Hijrah I’tiqadiyah

Hijrah i’tiqadiyah adalah keyakinan. Maksudnya, kita harus percaya terlebih dahulu bahwa hanya kepada Allah SWT yang patut kita sembah. Dan hanya kepada Allahlah tempat kita berkeluh kesah.

  • Hijrah Fikriyah

Hijrah fikriyah adalah pemikiran. Maksudnya, kita harus merubah pola pikir kita, jalan pikiran kita. Yang awalnya selalu negative thinking, kita usahakan jika sudah mulai berhijrah pikiran kita harus selalu positive thinking.

  • Hijrah Syu’uriyah

Hijrah syu’uriyah adalah kesenangan/cinta rasa. Hijrah yang satu ini sangatlah sulit dihilangkan bagi seseorang yang baru melakukan hijrahnya. Karena apa? Karena, kita harus meninggalakan semua pekerjaan atau kegiatan yang kita anggap menyenangkan. Jadi kita harus lebih memprioritaskan Allah SWT dalam segala hal.

  • Hijrah Sulukiyah

Hijrah sulukiyah adalah tingkah laku. Mengapa mengubah diri dalam bertingkah laku itu terakhir? Karena, jika kita sudah membenahi diri dari ketiga hijrah di atas, maka hijrah sulukiyah akan sendirinya mengikuti untuk menjadi yang lebih baik. Jadi kita tinggalakan semua tingkah laku yang buruk ketika kita ingin berhijrah.

Jika kita bingung hijrah yang bagaimana yang dapat kita contohkan. Berikut peran para wanita dalam Islam:

  • Ma’ratus shalihah (wanita penghuni syurga)
  • Fatimah binti Muhammad
  • Asma’ binti Abu Bakar
  • Zaujatul Muthi’ah (istri penghuni syurga)
  • Khodijah binti Khuwailid
  • Fatimah binti Muhammad
  • Ummul Madrasah (ibu Pendidikan)
  • Asma’ binti Abu Bakar
  • Ibu Haritsah

Mungkin para wanita Islam di atas dapat menginspirasi bagi para wanita yang ingin berhijrah. Perintah untuk berhirah sudah dituliskan oleh Allah SWT di dalam Al-quran.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah, dan berjirah di jalan Allah mereka itu mengharapakan rahmat Allah, Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Baqarah: 218)

Dan Rasulullah SAW pun pernah bersabda, “ Dan Al-Muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan larangan Allah SWT “.

Jadikan hijrah itu sebagai salah satu prinsip hijrah itu sebagai salah satu prinsip hidup yang harus senantiasa kita maknai dengan benar. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi orang-orang yang ingin memulai untuk berhijrah. (icha/dakwatuna.com)

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar

Lihat Juga

Kecanduan Film, Apa yang Harus Saya Lakukan?

Figure
Organization