Home / Berita / Internasional / Asia / Erdogan: Turki Kontrol Penuh ‘Zona Aman’ di Suriah

Erdogan: Turki Kontrol Penuh ‘Zona Aman’ di Suriah

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Anadolu)
dakwatuna.com – Ankara. Presiden Turki Recep Tayyipp Erdogan menyebut ‘zona aman’ di Suriah akan terwujud dalam beberapa bulan mendatang. Menurutnya, Turki akan sepenuhnya mengontrol zona tersebut.

Dilansir dari Aljazeera, Sabtu (26/01/2019), Erdogan juga menyebut Turki punya hak untuk intervensi militer ke Suriah. Hal itu setelah adanya kesepakatan antara Ankara dan Damaskus.

“Kami berharap bahwa janji zona aman untuk melindungi perbatasan kami dari teroris akan terwujud dalam beberapa bulan, jika tidak kami akan melakukannya sendiri,” kata Presiden Turki itu.

Menurut Erdogan, keputusan itu akan diambil berdasarkan kesepakatan Turki-Suriah tahun 1998. Dalam kesepakatan itu, Turki diberi hak untuk masuk ke wilayah Suriah secara militer ketika merasa ada ancaman.

Erdogan menegaskan, segala yang terjadi di perbatasan sangat berkaitan erat dengan Turki, bukan dengan Suriah.

Dalam Kesepakatan 1998, Turki dan Suriah berkomitmen untuk kerja sama dalam memberantas teroris di wilayah perbatasan kedua negara. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Referendum Mesir, Cara As-Sisi Untuk Berkuasa Hingga 2030

Organization