Home / Berita / Internasional / Eropa / Arab Saudi Masuk Daftar Ancaman Bagi Keamanan Uni Eropa, Sebab Apa?

Arab Saudi Masuk Daftar Ancaman Bagi Keamanan Uni Eropa, Sebab Apa?

Gedung Pusat Uni Eropa. (safa.ps)
dakwatuna.com – Brussel. Uni Eropa (UE) menggolongkan Arab Saudi sebagai salah satu negara yang mengancam keamanannya. Menurut keterangan dua pejabat kepada Reuters, hal itu disebabkan lemahnya Riyadh dalam memberantas pendanaan terorisme dan praktik pencucian uang.

Dilansir dari Aljazeera, Sabtu (26/01/2019), tekanan terhadap Riyadh semakin meningkat pasca terungkapnya pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul, 2 Oktober silam.

Sejauh ini, ada sekitar 16 negara yang termasuk sebagai pengancam keamanan UE. Beberapa di antaranya adalah Iran, Irak, Suriah, Afghanistan, Yaman dan Korea Utara.

Negara-negara tersebut masuk dalam kategori itu berdasarkan kriteria dari Kelompok Aksi Keuangan untuk Pencucian Uang (FATF). Kelompok ini adalah badan internasional yang mencakup negara-negara kaya, dengan misi untuk memerangan praktik pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Masuknya Arab Saudi dalam daftar itu menyusul modernisasi standar di Uni Eropa. Hal ini berdasarkan standar baru yang diadopsi oleh Komisi Eropa, sebagai badan eksekutif di UE.

Menurut Reuters, Saudi sejauh ini menolak untuk berkomentar atas manuver UE tersebut. Namun, keputusan UE sendiri masih harus mendapat persetujuan dari 28 anggotanya yang akan bersidang pada pekan depan.

Diketahui, Arab Saudi gagal menjadi anggota FATF pada September 2018 lalu. Riyadh, menurut badan tersebut, belum sepenuhnya memenuhi tuntutan keanggotaan dalam hal pemberantasan praktik pencucian uang dan pendanaan terorisme. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Organization