Home / Berita / Internasional / Asia / 100 Hari Kematian Khashoggi, Kongres AS Beri Peringatan Keras ke Saudi

100 Hari Kematian Khashoggi, Kongres AS Beri Peringatan Keras ke Saudi

Ketua DPR AS Nancy Pelosi. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Washington. Kasus pembunuhan yang menimpa jurnalis asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi di konsulat negaranya di Istanbul telah memasuki hari ke-100. Namun begitu, kasus yang mengguncang dunia menjelang akhir 2018 itu masih penuh dengan misteri.

Tidak adanya transparansi dalam proses peradilan terhadap para pelaku menjadi salah satu hal yang tidak memuaskan dunia. Selain itu, darimana datangnya perintah pembunuhan juga masih di awang-awang. Bahkan hingga kini, jasad sang kolumnis untuk Washington Post itu pun belum diketahui rimbanya.

Sebagai jurnalis kelas dunia, pembunuhan keji terhadap Khashoggi tentu menjadi perhatian luas masyarakat internasional. 100 hari kematiannya juga diperingati oleh sejumlah komunitas di berbagai negara.

Tak terkecuali Kongres Amerika Serikat (AS). Peringatan 100 hari kematian Khashoggi dihadiri oleh anggota parlemen Paman Sam dari dua partai Demokrat dan Republik.

Dalam acara peringatan itu, Kongres AS memberikan peringatan keras terhadap Arab Saudi untuk segera menyelesaikan kasus itu secara adil dan transparan.

“Pembunuhan Khashoggi bukan hanya kejahatan terhadap mendiang saja, tapi juga kejahatan terhadap kemanusiaan. Pelanggaran terhadapnya, merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai Amerika dan demokrasi,” kata Ketua DPR AS Nancy Pelosi.

Lebih lanjut, wanita pertama yang menjabat Ketua DPR di AS itu juga menyindir pemerintahan Donald Trump yang cenderung melindungi Saudi. Menurutnya, hal itu sama saja dengan mempertaruhkan kedaulatan kemanusiaan.

“Dalam kasus ini, jika diputuskan kepentingan bisnis melampaui nilai-nilai tersebut, aka kita kehilangan kedaulatan atas moral. Kepentingan bisnis dan sisi strategis jangan sampai mempengaruhi nilai-nilai demokrasi suatu negara,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Senator AS Chris Van Hollen. Menurutnya, peringatan untuk Khashoggi ini sebagai pesan kuat yang dikirimkan kepada Saudi bahwa AS tidak akan berpangku tangan.

“Kami berharap Kongres mengirimkan pesan kuat kepada Arab Saudi bahwasannya kami meminta peradilan komprehensif terhadap para pembunuh Khashoggi,” jelasnya.

Selain itu, Anggota DPR AS Mark Warner bahkan menyebut dirinya tidak pernah mendengar seruan kebebasan pers dari Gedung Putih di masa pemerintahan saat ini. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Arab Saudi Bantah Berencana Buka Kembali Kedubes di Damaskus

Organization