Home / Berita / Internasional / Asia / Selama 2018, 40.000 Pengungsi Suriah Pulang Kampung dari Turki

Selama 2018, 40.000 Pengungsi Suriah Pulang Kampung dari Turki

Pengungsi Suriah di perbatasan Turki-Suriah. (Anadolu)
dakwatuna.com – Ankara. Selama tahun 2018, lebih dari 40.000 pengungsi Suriah pulang ke kampung halaman mereka dari Turki. Hal itu terjadi setelah kampung mereka berhasil dibebaskan dari cengkeraman teroris oleh militer Turki.

Berlindung di Turki karena perang saudara di Suriah, sebanyak 40.574 warga Suriah dari berbagai bagian Turki menggunakan gerbang perbatasan Cilvegozu di provinsi Hatay selatan untuk untuk pulang ke kampung mereka di Idlib.

Pengungsi Suriah menuju ke tanah air mereka setelah prosedur hukum di perbatasan dilalui.

Tahun ini, total 104.000 truk bermuatan bantuan kemanusiaan dan material komersial menggunakan gerbang perbatasan yang sama untuk menjamin kehidupan mereka.

Operasi ‘Euphrates Shield’ dan ‘Olive Branch’ Turki di Suriah berhasil membebaskan wilayah itu dari YPG / PKK dan teroris Daesh. Hal itu memungkinkan kembalinya warga sipil Suriah ke tanah air mereka.

Bulan lalu, Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengatakan hampir 300.000 warga Suriah kembali ke rumah mereka setelah militer Turki melakukan operasi yang sukses di wilayah tersebut.

“Jumlah warga Suriah yang kembali ke negara mereka setelah Operasi Euphrates Shield dan Olive Branch adalah 291.790,” kata Soylu, seperti dikutip dari kantor berita Anadolu, Rabu (02/01/2019).

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Referendum Mesir, Cara As-Sisi Untuk Berkuasa Hingga 2030

Organization