Home / Berita / Internasional / Asia / Awal Tahun 2019, Erdogan Tebar Ancaman untuk Teroris di Suriah

Awal Tahun 2019, Erdogan Tebar Ancaman untuk Teroris di Suriah

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Yenisafak)
dakwatuna.com – Ankara. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan negaranya akan terus memberantas ISIS dan Partai Pekerja Kurdi (PKK) di Suriah.

Dilansir dari Aljazeera, Rabu (02/01/2019), hal itu ia sampaikan saat pengumuman kandidat AKP yang akan maju dalam pemilihan kepala daerah Ankara.

Selain PKK dan ISIS, Erdogan juga menegaskan untuk menumpas kelompok yang dipimpin Fethullah Gulen yang kini bermukim di Amerika Serikat (AS).

Di waktu yang sama, penguatan militer Turki juga dilakukan di perbatasan negara itu dengan Suriah. Sejumlah senjata artileri dan tank tampak dihadirkan ke wilayah tersebut.

Selain itu, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar juga tampak mengunjungi komandan yang ada di perbatasan Turki-Suriah. Ia menegaskan, penguatan militer merupakan hasil pembicaraan telepon Erdogan dengan Presiden AS Donald Trump.

Diketahui, AS telah secara resmi menarik seluruh pasukannya yang ada di Suriah. Hal itu setelah Trump mengklaim pasukannya berhasil menumpas ISIS di negara tersebut. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Organization