Home / Berita / Internasional / Amerika / Survei: Mayoritas Warga Amerika Serikat Ingin Gulingkan Trump

Survei: Mayoritas Warga Amerika Serikat Ingin Gulingkan Trump

Presiden AS Donald Trump (Aljazeera)
dakwatuna.com – Washington. Hampir 60 persen pemilih Amerika Serikat (AS) mengatakan Presiden Donald Trump harus diturunkan atau diberhentikan secara resmi. Hal itu terungkap berdasarkan survei yang dilakukan oleh Pusat Studi Politik Harvard dan Pusat Polling Harris untuk majalah AS The Hill.

Dalam survei tersebut, mayoritas pemilih menyebut harus ada tindakan tegas terhadap Trump. Namun, mereka masih beragam soal tindakan yang harus diambil terhadap presiden ke-45 itu.

Survei juga menyelipkan pertanyaan terkait tindakan yang harus dilakukan untuk menghentikan kebijakan-kebijakan Trump. Hasilnya, 39 persen pemilih menyebut Trump harus digulingkan dari jabatannya.

Dilansir dari Aljazeera, survei ini melibatkan 1.437 responden, dan digelar melalui internet pada tanggal 24 hingga 26 Desember 2018.

Sebanyak 20 persen responden menyebut legislator harus mengirimkan opsi tidak percaya pada Trump. Sementara 41 persen lainnya menyebut Kongres AS tidak perlu melakukan tindakan apapun kepada Trump. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Iran Disebut Masih Jadi Ancaman Utama Amerika Serikat