Home / Berita / Internasional / Asia / AS Mulai Tarik Pasukan dari Suriah

AS Mulai Tarik Pasukan dari Suriah

Ilustrasi pasukan militer Amerika Serikat (bbc.co.uk)
dakwatuna.com – Damaskus. Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mennyebut pihaknya mulai menarik pasukan yang ditugaskan memberantas ISIS di Suriah. Senada, Gedung Putih juga mengumumkan pasukan-pasukan itu akan ditarik untuk pulang ke AS.

“Kami mulai proses pemulangan pasukan dari Suriah seiring dengan beralihnya tahapan dalam memerangi ISIS,” kata Jubir Pentagon, Dana White seperti dikutip dari Aljazeera.net, Kamis (20/12/2018).

Lebih lanjut, White menyebut pasukan Koalisi Internasional telah berhasil mengalahkan ISIS. “Kami berhasil membebaskan wilayah-wilayah yang dulu dikuasai ISIS, namun kampanye memberantasnya belum benar-benar selesai,” imbuhnya.

Terkait mekanisme penarikan pasukan dan keamanannya, White mengaku tidak akan membocorkan hal tersebut. Namun ia menegaskan negaranya akan terus bekerjasama dengan seluruh mitra yang terlibat dalam pemberantasan ISIS.

Hal senada juga disebutkan oleh Jubir Gedung Putih, Sarah Sanders. Ia menegaskan, seluruh mitra koalisi selalu siap untuk terlibat kembali di semua level jika ada komando dari AS.

“Kami semua siap mencegah para teroris radikal itu untuk menguasai suatu wilayah dan memperoleh pendanaan, dukungan atau sarana lain yang membuat mereka kembali mengusik perbatasan kami,” lanjutnya.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah menegaskan akan menarik seluruh pasukan dari Suriah.

“Kami berhasil mengalahkan ISIS, dan itu satu-satunya alasan pasukan ada di Suriah selama masa presidensi Trump,” tulisnya di Twitter.

Pasukan Koalisi Internasional yang dipimpin AS pertama kali menginjakkan kaki di Suriah pada tahun 2014 silam. Selain Suriah, pasukan juga menggempur kekuatan ISIS di sejumlah negara termasu Irak. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Iran Disebut Masih Jadi Ancaman Utama Amerika Serikat