Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / Mantan Menlu Jerman Ungkap Rencana Penyerangan Terhadap Qatar

Mantan Menlu Jerman Ungkap Rencana Penyerangan Terhadap Qatar

Menlu Jerman, Sigmar Gabriel. (aljazeera.net)
dakwatuna.com – Berlin. Mantan Menteri Luar Negeri Qatar Sigmar Gabriel mengungkap adanya rencana penyerangan militer oleh Arab Saudi cs terhadap Qatar. Menurutnya, hal itu terjadi pada awal-awal krisis Teluk yang berujung pada pemboikotan pada Qatar.

Dalam wawancara dengan Aljazeera.net, Gabriel menyebut pihak-pihak di Teluk bertindak seakan memegang ‘cek kosong’ dari Gedung Putih sehingga bisa berbuat sesuka hati mereka.

Namun begitu, ia mengaku baik Jerman maupun Eropa tidak memiliki informasi detail terkait rencana operasi militer ke Qatar. Akan tetapi, menurutnya, ada indikasi kuat yang mengarah ke sana. Bahkan indikasi itu juga tercium ada pada Amerika mengingat eskalasi besar yang terkesan dipaksakan oleh negara-negara pemboikot.

Lebih lanjut, Gabriel mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Mantan Menlu AS Rex Tillerson. Menurutnya, eks bos ExxonMobile itu berperang penting dalam menekan situasi sehingga operasi militer ke Qatar urung dilakukan.

Gabriel menambahkan, situasi saat itu diperparah dengan perbedaan sikap dan informasi baik dari Gedung Putih maupun Kemenlu AS. Ia menuturkan, suatu hari bersama dengan rekan-rekan Eropa, ia mengingatkan negara pemboikot bahwa Kemenlu AS tidak sependapat dengan pemboikotan dan krisis yang berlangsung.

Namun, respons dari para pemboikot sangat mengejutkan. Mereka malah mengatakan telah mendapat restu dari Gedung Putih, “dan sikap Kemenlu AS tidak akan menghalangi kami”, kata Gabriel menirukan jawaban negara-negara pemboikot.

Dalam kesempatan tersebut, Gabriel menyerukan agar krisis dan pemboikotan harus segera diakhiri. Selain itu, ia juga bersaksi akan upaya keras yang dilakukan Qatar untuk mengakhiri krisis terbesar sepanjang sejarah Teluk tersebut. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Figure
Organization