Home / Berita / Internasional / Asia / Mendiang Khashoggi: Wahai Pembunuhku, Aku Tetap di Sini Meski Kau Mutilasi dengan Besi

Mendiang Khashoggi: Wahai Pembunuhku, Aku Tetap di Sini Meski Kau Mutilasi dengan Besi

Jurnalis asal Arab Saudi Jamal Khashoggi. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Ottawa. Seorang aktivis oposisi Arab Saudi Omar Abdulaziz mendendangkan sebuah lagu yang dipersembahkan untuk mendiang jurnalis Jamal Khashoggi. Lagu tersebut diciptakan oleh Dr Ahmad bin Rashid bin Said, dan dinyanyikan oleh Omar bin Abdulaziz.

Omar adalah sahabat karib Khashoggi. Ia saat ini tinggal dan mendapat suaka di Kanada. Beberapa waktu lalu, tersiar kabar ponsel miliknya diretas oleh pemerintah Riyadh dengan menggunakan sistem teknologi yang dibeli dari Israel.

Melalui Twitter, Omar mengunggah sebuah video yang berisi foto-foto mendiang Khashoggi dan diringi oleh lagu yang ia nyanyikan.

“Lagu ini saya persembahkan untuk almarhum Jamal Khashoggi. Semoga Allah memberikan kasih sayang kepadanya yang telah meninggalkan duka mendalam pada hati-hati kita semua,” tulis Omar dalam keterangan video tersebut.

Berikut lirik lagu yang dinyanyikan oleh Omar tersebut:

ما ليس يمحى بالأسيد (الحمض).. اسمي الذي حاز الخلود
يا قاتلي إني هنا.. لو قطعوني بالحديد
أنا إن طحنت وإن نشرت وإن صهرت.. غدا أعود
لا تسألوا عن جثتي فأنا المخلد والشهيد
الكون ضاق بقبحكم وأنا الجمال بلا حدود
ما ضاقت الدنيا علي وقد نجوت من اللحود

Namaku tidak terhapus oleh zat asam
Wahai pembunuhku, Aku tetap di sini meski kau potong aku dengan besi
Meski kau giling aku, buang aku, lelehkan aku, besok aku akan tetap kembali
Jangan tanyakan tentang jasadku, karena aku kekal dan syahid
Semesta terasa sempit karena keburukanmu, sementara aku adalah keindahan tanpa batas
Dunia tidak menyempit terhadapku, aku telah selamat dari jasad
Mereka hilangkan karakterku agar mati, tapi aku mendendangkan senandung eksistensi


(whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Sumber: Emir Qatar Tidak Akan Hadir KTT Teluk 2018 di Riyadh

Organization