Topic
Home / Berita / Internasional / Eropa / Diskriminasi dan Kekerasan Menimpa Murid Suriah di Inggris

Diskriminasi dan Kekerasan Menimpa Murid Suriah di Inggris

Jamal (berkemeja putiih) saat disiram air di mukanya oleh seorang murid berbaju biru. (Doa Muslims)
dakwatuna.com – Huddersfield. Sebuah video yang menggambarkan tindak kekerasan dan diskrimasi menggemparkan publik Inggris, khususnya Huddersfield. Dalam video tersebut, seorang murid yang diketahui berasal dari Suriah mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari teman-temannya.

Dalam video tersebut, tampak seorang murid mengenakan baju berwarna biru sedang berjalan di satu lapangan dengan membawa sebotol air. Ia tampak mencari dan menyebut nama ‘Jamal’.

“Hai Jamal, kemarilah,” katanya beberapa kali.

Tak lama kemudian, ia menghampiri murid lain dengan kemeja putih dan tas ransel di punggungnya. Ternyata, murid itu bernama Jamal.

Murid berbaju biru kemudian mendekati Jamal dan menanyakan “Apa yang Anda katakan?”
Namun Jamal tampak menjawab, “Tidak ada.”

Tak puas dengan jawaban itu, murid berbaju biru kemudian memegang leher Jamal dan menjatuhkannya secara kasar ke tanah.

Beberapa saat murid berbaju biru itu mencekik Jamal yang tergeletak di tanah, lalu menyiramkan air dalam botol yang ia pegang ke muka Jamal. Ia juga sempat mengatakan, “Aku akan menenggelamkanmu”.

Bukannya dilerai, murid-murid yang lain tampak gembira dan bersorak atas kejadian tersebut.

Dilansir dari The Independent, pihak kepolisian setempat telah menerima laporan dan bergerak melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut.

Jamal dan keluarganya adalah imigran asal kota Homs yang bermigrasi ke Inggris pasca perang saudara yang berkecamuk di Suriah.

Anggota Parlemen Huddersfield Barry Sheerman memberikan dukungan pada Jamal dan keluarganya.

“Video penyerangan terhadap salah satu konstituen saya benar-benar mengejutkan. Saya mendukung keluarga itu sejak pertama kali mereka menarik perhatian saya,” katanya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Figure
Organization