Home / Berita / Internasional / Amerika / Trump Enggan Dengar Rekaman Pembunuhan Khashoggi, Apa Sebab?

Trump Enggan Dengar Rekaman Pembunuhan Khashoggi, Apa Sebab?

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Washington. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut dirinya enggan mendengarkan rekaman suara pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul 2 Oktober silam.

Dalam sebuah wawancara, Trump mengatakan, “Saya tidak mau mendengar rekaman itu. Tidak ada urgensinya sehingga saya harus mendengarkannya.”

Pernyataan Trump itu tentu menimbulkan banyak pertanyaan terkait alasan keengganannya. Sementara menurut pakar hukum yang tidak mau disebut identitasnya mengatakan, tidak ada aturan yang mengharuskan Trump untuk mendengarkan alat bukti kejahatan.

“Tidak ada ketentuan hukum atau konstitusi yang mengharuskan Trump untuk mendengarkan rekaman yang berisi rincian pembunuhan Jamal Khashoggi,” katanya kepada Aljazeera.net.

Namu begitu, ia menduga tim hukum Presiden memang menyarankan agar tidak mendengarkan rekaman tersebut. Menurutnya, hal itu mungkin sebagai langkah pencegahan dan keamanan masa depan.

“Tidak ada yang tahu bagaimana kelanjutan penyidikan dan perkembangan kasus ini. Maka pilihan bijaksana untuk tidak memberikan beban kepada Presiden untuk mendengarkan sesuatu yang akan ditanyakan kemudian hari,” imbuhnya.

“Atau mungkin alasannya sangat sepele. Penolakan Trump untuk mendengarkan rekaman mungkin karena ketakutan pribadinya dan bukan karena kengerian rekaman tanpa motivasi politik di balik keputusannya,” lanjutnya.

Sementara Analis Global Aaron David Miller menyebutkan, penolakan Trump untuk mendengar rekaman itu bisa mempengaruhi sikapnya dalam kasus tersebut.

“(Jika mendengar) ia akan tahu seberapa mengerikannya rekaman itu, yang mungkin akan mempengaruhi keputusannya untuk menentukan sikapnya terhadap hubungan dengan Arab Saudi,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut rekaman pembunuhan itu sangat mengerikan. Bahkan, menurutnya, kengerian rekaman sampai membuat pejabat intelijen Arab Saudi sangat terkejut. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

PBB: 70 Persen Warga Yaman Menderita Kelaparan

Organization