Topic
Home / Berita / Internasional / Eropa / Din: Koalisi Rusia-Dunia Islam Solusi Masalah Peradaban

Din: Koalisi Rusia-Dunia Islam Solusi Masalah Peradaban

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ketua MUI Din Syamsuddin. (panjimas.com)

dakwatuna.com – Makchkala. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Din Syamsuddin, mengatakan bahwa kolaborasi Rusia-Dunia Islam dapat menjadi alternatif terhadap penyelesaian masalah peradaban dewasa ini. Hal itu berdasarkan karena kedua pihak memiliki potensi besar, yang jika dipadukan akan menjadi kekuatan efektif dunia. Din mengatakan hal tersebut pada Pertemuan Tahunan ke-4 Grup Visi Strategis Rusia-Dunia Islam yang berlangsung di Makchkala, Republik Dagestan, Federasi Rusia.

Menurut rilis yang diterima dakwatuna.com pada Selasa (13/11/2018) pertemuan ini menghadirkan 40 tokoh dari 22 negara Muslim dan Federasi Rusia. Pada pembukaan acara tersebut, hadir Presiden Republik Tatarstan, Rustam Minikhanov, yang juga sebagai Ketua Grup Visi Strategis ini. Selain itu, hadir juga Presiden Republik Dagestan, Vladimir Vasiliev, dan Sekjen Grup Ambassador, Veniamin Popov.

Din Syamsuddin yang menjadi anggota Grup Visi Strategis sejak 2007 menegaskan bahwa berbagai krisis yang melanda dunia dewasa ini memerlukan solusi yang tepat. Krisis pangan, krisis energi, dan krisis lingkungan yang sejatinya merupakan krisis moral menurut Din harus diselesaikan dengan kolaborasi antar agama dan bangsa. Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa kolaborasi Russia-Dunia Islam perlu mengambil bentuk kerja sama nyata dalam berbagai bidang peradaban, baik ekonomi dan perdagangan, pendidikan dan budaya, maupun politik dan militer.

Kerja sama itu sudah dimulai baik secara multilateral maupun bilateral antara Rusia dan salah satu negara Islam. Namun, hubungan ini harus mengalami peningkatan terutama dengan pergeseran geopolitik dan geoekonomi dunia dari Atlantik ke Pasifik dengan munculnya Kawasan Asia Timur. Secara khusus kolaborasi Russia-Dunia Islam perlu mengantisipasi kemunculan China dengan ambisi Belt and Road Iniative-nya. Ambisi tersebut perlu di respon secara positif dan harus ada upaya penghalangan agar tidak menjadi kekuatan hegemonik baru di dunia.

Sejarah Pertemuan Tahunan Grup Visi Strategis

Pertemuan Grup Visi Strategis Rusia-Dunia Islam berlangsung setiap tahun dengan tempat berpindah-pindah. Sebelumnya beberapa kali di Moskow, kemudian di Kazan, Grozny City, dan sekarang di Ibu Kota Dagestan, Makchkala. Pada pertemuan di Makchkala, Din juga menawarkan beasiswa bagi anak-anak Muslim Russia untuk belajar ke Sumbawa. Seperti yang telah diketahui, sebelumnya sudah ada empat santri dari Russia di antara 46 santri yang ada dari berbagai negara. (sb/dakwatuna.com)

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Figure
Organization