Home / Berita / Internasional / Asia / Jerman: Dalang Pembunuh Khashoggi Harus Dihukum!

Jerman: Dalang Pembunuh Khashoggi Harus Dihukum!

Jurnalis asal Arab Saudi Jamal Khashoggi. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Berlin. Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas menyebut tidak cukup hanya dengan menghukum pembunuh jurnalis Jamal Khashoggi. Menurutnya, dalang di balik pembunuhan tersebut juga harus mendapat hukuman berat.

Saat jumpa pers di Berlin, sebagaimana dilansir dari Aljazeera.net, Rabu (07/11), Maas menekankan negaranya masih menantikan investigasi menyeluruh tentang kasus tersebut.

Maas juga mendesak agar Arab Saudi berperang aktif dalam proses investigasi yang sedang dijalankan oleh Turki. Ia menyebutkan, saat ini masih banyak pertanyaan terkait kejahatan itu yang belum dijawab oleh Riyadh.

Diketahui, Jamal Khashoggi terbunuh saat mengunjungi Konsulat Saudi di Istanbul untuk mengurus surat-surat pernikahan pada 2 Oktober silam. Dua pekan setelahnya, atau pada 20 Oktober, Saudi mengakui adanya pembunuhan tersebut dan mengklaim telah menangkap dan menahan 18 orang yang diduga terlibat.

Kasus tersebut sudah berlalu sebulan lamanya. Namun hingga kini, dalang pembunuhan itu belum terungkap dan keberadaan jasad Khashoggi juga belum diketemukan. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Meski Kalah, Ternyata 64 Persen Warga Israel Ingin Operasi Militer di Gaza Lanjut