Home / Berita / Internasional / Afrika / Di Tunisia, Ada Undang-Undang yang Larang Kehadiran Delegasi Israel

Di Tunisia, Ada Undang-Undang yang Larang Kehadiran Delegasi Israel

Bendera Tunisia (islammemo.cc)
dakwatuna.com – Tunis. Perwakilan dari Asosiasi Yahudi Prancis menarik diri dari keikutsertaan di Forum Pramuka Antaragama yang diselenggarakan di kota Hammamat, Tunisia, Ahad (04/11). Hal itu terjadi karena ada undang-undang di Tunisia yang melarang adanya delegasi Israel masuk ke negara itu.

Ketua Pramuka Tunisia Wahid Al-Obaidi Hilal membenarkan insiden itu. Menurutnya, keputusan pengadilan yang melarang delegasi Israel untuk hadir di Tunisia membuat Asosiasi tersebut menarik diri.

“Keputusan pengadilan melarang Forum Pramuka Yahudi, yang berbasis di Negara yang disebut Israel. Kami pun tidak mengundang pemimpin ataupun peserta dari Israel,” kata al-Obaidi kepada radio lokal seperti dikutip dari Aljazeera.net.

Sementara Asosiasi Pramuka Yahudi Prancis menarik diri karena protes dengan adanya keputusan pengadilan tersebut. Sementara di Tunisia sendiri, masyarakat luas di negara itu menentang keras segala bentuk rekonsiliasi hubungan dengan Israel.

Menteri Urusan Agama Tunisia menyebutkan, pihaknya menghormati keputusan pengadilan tersebut. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Intelijen Jerman Peringatkan Bahaya Kelompok Sayap Kanan Ekstrem

Organization