Home / Berita / Internasional / Amerika / Survei: Dua dari Lima Warga AS Sebut Islam Tak Sesuai dengan Nilai-Nilai Amerika

Survei: Dua dari Lima Warga AS Sebut Islam Tak Sesuai dengan Nilai-Nilai Amerika

Mahasiswi Islam Amerika (inet)
dakwatuna.com – Washington. Mayoritas warga non-Islam Amerika Serikat menilai Islam tidak kompatibel dengan nilai-nilai Amerika. Hal itu sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh yayasan New America dan Lembaga Muslim Amerika.

Dalam hasil survei yang dipublikasi pada Kamis (01/11) lalu itu terungkap, 56 persen warga AS meyakini bahwa ajaran Islam sesuai dengan nilai-nilai Amerika, sedangkan 46 persen lainnya menilai tidak sesuai. Sekitar 60 persen responden menilai Muslim AS sama patriotiknya dengan yang lain, sementara sisanya menilai tidak.

Selain itu, sebanyak 74 persen warga AS mengakui adanya fanatisme terhadap Muslim yang ada. Namun 56 persen responden juga merasa prihatin dengan adanya ‘ekstremisme’ yang menyebar di komunitas Muslim.

Para pendukung Partai Republik, menurut hasil survei, cenderung memiliki pandangan negatif terhadap komunitas Muslim di AS. Sebanyak 71 persen dari responden yang mengaku pendukung partai ini bahkan menyebut ajaran Islam tidak sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat AS.

Lebih lanjut, 56 persen pendukung Republik juga merasa khawatir jika ada masjid yang di bangun di lingkungan rumah mereka.

Menurut pengamat senior di yayasan New America, Robert McKenzie, ada banyak faktor yang menyebabkan sentimen anti-Islam tumbuh subur di AS.

“Hillary Clinton ketika berbicara tentang ekstremisme ia menyebut Islam berada di garis terdepan, apa yang dikatakan tentang komunitas Muslim?” kata McKenzie seperti dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (03/10).

“Saya tahu dia tidak bermaksud merendahkan, tetapi jika ia menyebut umat Islam berada di garis depan, apa yang akan terjadi di tingkat lokal di AS?” imbuhnya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Meski Kalah, Ternyata 64 Persen Warga Israel Ingin Operasi Militer di Gaza Lanjut