Home / Berita / Internasional / Asia / Ketua Badan Amar Ma’ruf Arab Saudi: Tidak Boleh Menasihati Pemimpin

Ketua Badan Amar Ma’ruf Arab Saudi: Tidak Boleh Menasihati Pemimpin

Ketua Badan Amar Ma’ruf Arab Saudi, Syaikh Abdurrahman Abdullah as-Sanad. (Wikipedia)
dakwatuna.com – Riyadh. Jagat media sosial kembali digegerkan dengan sebuah rekaman video dari Ketua Badan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Kerajaan Arab Saudi, Abdurrahman bin Abdullah as-Sanad. Dalam rekaman tersebut, ia menyebut tidak boleh bagi rakyat menasihati pemimpin.

“Nasihat itu ada syaratnya. Pertama Anda harus ada di antara mereka yang dinasihati. Jadi jika ingin menasihati pemimpin, Anda harus menaihatinya langsung. Tidak boleh menasihati secara terbuka, dan menunjukkan aib dan kekurangan pemimpin, karena kerusakannya lebih besar dari manfaatnya,” kata Sanad dalam sebuah tayangan televisi.

Pesan Syaikh Sanad ini dilakukan setelah ramainya kecaman terhadap Raja Arab Saudi dan Putra Mahkota. Seperti diketahui, kedua pemimpin Saudi tersebut dituding mengetahui tentang pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi.

Sebelumnya, sebuah kelompok yang menamai diri “Badan Ulama Saudi” juga menyerukan agar Putra Mahkota Muhammad bin Salman (MBS) diturunkan dari jabatannya karena kasus Khashoggi. Mereka juga menyebut pembunuhan itu “bertentangan dengan moral dan nilai-nilai kemanusiaan”. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 1,00 out of 5)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Meski Kalah, Ternyata 64 Persen Warga Israel Ingin Operasi Militer di Gaza Lanjut