Home / Berita / Internasional / Asia / Syaikh Al-Maghamsi Samakan Pembunuhan Khashoggi dengan Tindakan Khalid bin Walid

Syaikh Al-Maghamsi Samakan Pembunuhan Khashoggi dengan Tindakan Khalid bin Walid

Syaikh Saleh al-Maghamsi (Aljazeera)
dakwatuna.com – Riyadh. Dai Kondang yang sekaligus Imam Masjid Quba Syaikh Saleh al-Maghamsi angkat bicara soal pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi. Namun, pernyataannya itu justru mengundang reaksi luas dari para warganet di situs jejaring sosial.

Menurut al-Maghamsi pada Ahad (21/10), perbuatan staf di Konsulat Saudi di Istanbul dan para misi intelijen terhadap Khashoggi melampaui batas kewenangan mereka. Ia menyebutkan, hal itu sama dengan keputusan Khalid bin Walid membunuh Malik bin Nuwayrah saat Perang Riddah.

Al-Maghamsi menjelaskan, tindakan sahabat Khalid bin Walid saat itu melampaui batas kewenangannya. Hal itu karena Khalid tidak diberi tugas tersebut oleh Khaifah Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Lebih lanjut, dai muda itu juga menyebut Khashoggi tidak melakukan kejahatan yang membuatnya harus dibunuh. Maka yang melakukan kesalahan adalah panel yang menegosiasi Khashoggi.

Itulah sebabnya mengapa Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud membebankan tanggung jawab kepada para tim panel tersebut, imbuh al-Maghamsi. Negara Saudi, lanjutnya, juga tidak sependapat dengan keputusan mereka membunuh Khashoggi.

Namun ternyata, pendapat al-Maghamsi yang menyamakan pembunuhan dengan tindakan Khalid dibantah warganet. Seorang pemilik akun @LoveLiberty menyebut tindakan Khalid berbeda karena merupakan bagian dari ijtihad perang.

“Tindakan Khalid membunuh Malik itu ijtihad dalam perang. Ada perselisihan antara sejarawan Islam dan para ulama terkait validitas ijtihad ini. Serta apakah Malik itu kafir atau Muslim, apakah bisa disamakan, Al-Maghamsi? Tentu tidak!,” tulisnya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan: Jangan Tutup-tutupi Fakta Pembunuhan Khashoggi