Home / Berita / Internasional / Asia / Amerika Serikat dan Cina Terlibat ‘Perang Kata-kata’

Amerika Serikat dan Cina Terlibat ‘Perang Kata-kata’

Ilustrasi perang dagang AS-Cina. (Global Meat News)
dakwatuna.com – Beijing. Cina mengungkapkan kemarahannya pada Amerika Serikat, Jumat (05/10). Beijing merasa tersinggung karena dituduh akan mengintervensi pemilihan umum paruh waktu yang akan digelar di AS.

Sebelumnya, Wakil Presiden AS Mike Pence menyebut Beijing akan campur tangan pemilu paruh waktu untuk melawan kebijakan perdagangan yang merugikan Cina. Hal senada juga sering disinggung oleh Presiden Donald Trump akhir-akhir ini.

Pence mengatakan, tindakan Beijing menambahkan pesan sederhana bahwa: “Cina menginginkan presiden Amerika yang berbeda”.

Cina segera bereaksi atas tuduhan itu, dan menyebut pernyataan Pence “konyol”.

Hua Chunying, jurubicara kementerian luar negeri Cina, mengatakan Beijing keberatan dengan tuduhan Pence yang “tidak berdasar”. Ia juga mendesak agar AS menghentikan hubungan menyakitkan antara kedua negara adidaya tersebut.

“Ini tidak lain hanyalah berbicara desas-desus, membingungkan benar dan salah, dan menciptakan sesuatu di udara tipis,” kata Hua dalam pernyataan keras, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Menurut Hua, negaranya adalah “pembangun perdamaian dunia”, dan tidak tertarik untuk ikut campur dalam pemilu di AS.

“Sangat konyol bagi AS menstigmatisasi pertukaran normal dan kerja sama dengan Cina, karena Cina mencampuri urusan internal dan pemilihannya,” imbuh Hua.

“Komunitas internasional telah mengetahui sepenuhnya dengan baik siapa yang tidak suka melanggar kedaulatan orang lain, mencampuri urusan internal orang lain dan merusak kepentingan orang lain.”

Hubungan dua negara kekuatan ekonomi dunia saat ini tengah memburuk dalam beberapa pekan terakhir. Keduanya saling menaikkan tarif terhadap produksi satu sama lain, dan dikenal dengan “perang daganga AS vs Cina”. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Kekuatan Diplomatik Turki Selamatkan 4 Juta Orang di Idlib, Suriah