Home / Berita / Internasional / Eropa / Ahed Tamimi Diundang Klub Real Madrid, Israel Murka

Ahed Tamimi Diundang Klub Real Madrid, Israel Murka

Ahed Tamimi saat menerima jersey Real Madrid bernomor punggung sembilan. (MEE)
dakwatuna.com – Madrid. Gadis Palestina yang sempat ditahan delapan bulan di penjara Israel, Ahed Tamimi, menjadi tamu kehormatan raksasa sepak bola Spanyol, Real Madrid, Sabtu (29/09).

Sesaat sebelum laga derby antara Real Madrid dan Atletico Madrid, Tamimi disambut oleh Emilio Butragueno, legenda Real Madrid.

Tamimi kemudian diberi jersey Real Madrid dengan bertuliskan nama “Ahed” di bagian belakangnya. Kaos tersebut lengkap dengan nomor punggung sembilan, yang biasanya dikenakan oleh penyerang.

Dalam foto yang beredar, Ahed menerima kaos tersebut dengan sejumlah piala Liga Champion Eropa yang berjejer di belakangnya.

Gadis Palestina berusia 17 tahun itu diundang untuk mengunjungi Santiago Bernabeu, markas Real Madrid. Saat ini, ia dan ayahnya memang tengah melakukan kunjungan ke beberapa negara Eropa.

Dia diminta berbicara di beberapa acara politik di Spanyol dan di tempat lain untuk meningkatkan kesadaran akan penjajahan Israel.

Kemarahan Israel

Perlakuan Real Madrid terhadap Ahed Tamimi mengundang ketidakpuasan di kalangan pejabat Israel. Hal itu mereka utarakan melalui unggahan di Twitter.

“Memalukan! Real Madrid menerima teroris yang menghast kebencian dan kekerasan. Apa hubungannya dengan nilai-nilai sepakbola?!?!,” tulis Emmanuel Nahshon, juru bicara kementerian luar negeri Israel dalam bahasa Spanyol.

Demikian pula Daniel Kutner, duta besar Israel untuk Spanyol. Ia menyatakan tidak akan “pergi ke Bernabeu hari ini”.

Namun bagi penggemar sepak bola, pendukung Palestina dan hak-haknya, menilai penerimaan Ahed Tamimi oleh juara Eropa 13 kali itu sebagai pemandangan yang indah dan menggembirakan. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Kekuatan Diplomatik Turki Selamatkan 4 Juta Orang di Idlib, Suriah