Home / Berita / Internasional / Asia / Presiden Palestina: Al-Quds Tidak untuk Dijual

Presiden Palestina: Al-Quds Tidak untuk Dijual

Presiden Palestina Mahmoud Abbas saat berpidato di Sidang Majelis Umum PBB. (Al Jazeera)
dakwatuna.com – New York. Presiden Palestina Mahmoud Abbas berbicara dengan keras dan tegas tentang Israel dan Amerika Serikat pada Sidang Majelis Umum PBB di New York, Kamis (27/09).

Abbas memulai pidatonya dengan mengatakan “Al-Quds tidak untuk dijual”, tepuk tangan hadirin kemudian menggema di seantero ruangan.

Ia lalu mengecam undang-undang negara bangsa Israel, dukungan non-kritis pemerintahan Donald Trump pada Israel, serta keengganan kedua negara mematuhi hukum internasional dan resolusi PBB.

Tentang UU Negara Bangsa Yahudi milik Israel, Abbas mengatakan, “UU pasti akan mengarah pada penciptaan satu negara rasis, negara apartheid, dan secara otomatis membatalkan solusi dua negara.”

Pidatonya di PBB kali ini merupakan yang pertama kali sejak pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Al-Quds. Menurutnya, Palestina kini memandang AS dengan tatapan yang berbeda, serta tidak lagi menjadi mediator yang adil dalam proses perdamaian.

“Pemerintahan ini telah mengingkari semua komitmen AS sebelumnya dan merusak solusi dua negara,” imbuhnya.

Pemimpin PLO itu meminta lebih banyak negara untuk mengakui Palestina berdaulat. Ia juga mendesak PBB menegakkan resolusi yang telah disahkan berkaitan dengan Israel.

“Tidak cukup bagi majelis umum untuk meloloskan reinstitusi tanpa implementasi,” katanya. Menurutnya, Israel tidak satu pun menjalankan resolusi yang telah berjumlah 700-an buah sejak 1949. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Kekuatan Diplomatik Turki Selamatkan 4 Juta Orang di Idlib, Suriah