Home / Berita / Internasional / Asia / Kelanjutan Kisah Pastor AS di Turki, Segera Dibebaskan atau Sebaliknya?

Kelanjutan Kisah Pastor AS di Turki, Segera Dibebaskan atau Sebaliknya?

Pendeta AS Andrew Brunson (tengah). (Aljazeera)
dakwatuna.com – Ankara. Menurut laporan yang dimuat Wall Street Journal (WSJ), Ahad (23/09) disebutkan, pihak berwenang Turki mengirim surat yang mengisyaratkan akan membebaskan pastor asal Amerika Serikat bulan depan. Informasi ini memunculkan harapan besar perselisihan Ankara-Washington segera berakhir.

Melihat pernyataan dari kedua pihak, disimpulkan bahwa Pengadilan Turki akan membebaskan Andrew Brunson – terpidana tindak terorisme – saat persidangan 12 Oktober mendatang.

Namun dua pejabat Turki menyebut pembebasan harus diringi dengan pengurangan tekanan AS terhadap Turki. “Itu bagian yang memungkinkan,” kata salah seorang dari keduanya.

Sementara para pejabat AS menginginkan agar Brunson segera dibebaskan. Washington memutuskan pengurangan tekanan pada Turki karena khawatir kesulitan ekonomi di negara itu akan meluas ke pasar negara berkembang.

Pembebasan Brunson tidak akan serta merta menghilangkan hambatan dalam hubungan kedua negara. Hanya saja itu mewakili hadiah atau bantuan kepada Presiden Donald Trump dan Partai Republik, yang tengah berjuang mempertahankan penguasaan terhadap Gedung Kongres.

Trump dan wakilnya, Mike Pence, menjadikan pembebasan Brunson sebagai prioritas. Bahkan kasus ini menjadi isu sentral bagi kalangan Evangelis Kristen, yang suaranya diharapkan jadi faktor penting kemenangan Republik atas Demokrat.

Trump dan Erdogan

Dijadwalkan Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan menghadiri Sidang Majelis Umum PBB bulan depan. Namun belum ada pembicaraan tentang pertemuan keduanya dalam agenda di New York tersebut, menurut pejabat Turki.

Sementara pejabat AS memperingatkan adanya “perayaan prematur”, sebab menurut mereka masalah Brunson ada di tangan Trump dan Erdogan. Mereka juga menyebut upaya pembebasan Brunson di masa lalu runtuh dalam sekejap.

“Erdogan sangat mirip dengan Trump. Ia dikenal akan mengubah sikapnya secara konstan dan pada detik-detik terakhir,” imbuh mereka.

Mereka melanjutkan, ada isyarat positif yang diberikan Turki. Di antaranya mitigasi sanksi bagi ahli NASA Serkan Kolg, yang merupakan warga AS keturunan Turki yang ditahan karena kasus terorisme.

Menurut ketetapan terbaru, Kolg hanya akan ditahan lima tahun dari yang sebelumnya 7,5 tahun penjara.

Menurut seorang pengacara yang dekat dengan Erdogan, hal seperti itu mungkin akan dilakukan juga untuk kasus Brunson. “Atau mungkin ia akan dibebaskan bulan depan,” tandasnya.

Namun ia menegaskan adanya syarat dalam pembebasan Brunson. “Jika situasinya kembali dan tenang. Jika tidak, bisa saja itu jadi lingkaran setan,” pungkasnya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan: Saya Kenal Pembunuh Jamal Khashoggi

Organization