Home / Berita / Internasional / Asia / Ahmed Omar; Pemuda Palestina yang Dimakamkan di Hari Kelahirannya

Ahmed Omar; Pemuda Palestina yang Dimakamkan di Hari Kelahirannya

Amira menunjukkan foto mendiang saudaranya, Ahmed, yang tersimpan di ponselnya. (MEE)
dakwatuna.com – Jalur Gaza. Ahmed Omar seharusnya merayakan hari ulang tahunnya pada Selasa (18/09) lalu.

“Kami seharusnya menghiasi kue dengan 24 lilin hari ini untuk merayakan ulang tahun Ahmed,” kata Amira, saudara perempuannya, kepada Middle East Eye.

“Kemarin ia bercanda menginginkan hadiah untuk ulang tahunnya. Aku katakan padanya ‘aku akan membawakan seorang gadis cantik untukmu’,” kenang ibu Ahmed, Amina, seraya mencengkeram erat akta kelahiran putranya.

Alih-alih merayakan ulang tahun, para keluarga dan teman-teman Ahmed justru berkumpul untuk menyaksikan tubuhnya dikebumikan.

Ahmed Mohammed Omar dibunuh oleh pasukan Israel sehari sebelum hari lahirnya. Kala itu, pemuda berusia 23 tahun tersebut berpartisipasi dalam aksi damai di perbatasan Gaza, dekat pos pemeriksaan Erez.

Para kerabat menyebut Ahmed sebagai sosok yang pekerja keras, murah hati dan penuh ambisi. Ia rela bekerja di pom bensin atau di pertukangan kayu untuk membantu finansial keluarga yang tinggal di kamp pengungsian al-Shati.

Masih menurut kerabatnya, Ahmed berharap dapat segera menikah dan memulai kehidupan dalam keluarga baru.

“Ia telah meninggalkan kami selamanya, menyisakan sakit di hati, padahal ia selalu ingin membawa senyuman ke wajah kami,” lanjut Amira.

Ibunda Ahmed menangis sambil mencengkeram akta kelahiran putranya itu. (MEE)
Kematian Ahmed cukup mengguncang keluarganya, terlebih ketika mereka mengingat bahwa keikutsertaan Ahmed dalam aksi Pawai Kepulangan sama dengan mempertaruhkan nyawa.

“Ahmed selalu mengucapkan selamat tinggal setiap kali ia berangkat untuk aksi, yang dianggapnya sebagai tugas negara,” kenang sang ibunda.

“Ahmed adalah seorang yang beriman dan … ia memilih jalannya untuk membela tanah air. Ia tidak pernah melewatkan sehari pun tanpa mengikuti aksi di perbatasan, baik di kota Gaza, di utara maupun di selatan (Jalur Gaza). Ia hadir di semua area dan akan mengajak serta teman-temannya.”

Menurut Abdallah Omar, salah satu pamannya, Ahmed gugur oleh peluru hidup yang sama seperti yang telah merenggut nyawa warga Palestina lainnya – yang diidentifikasikan sebagai Mohammed Abu Naji (34 tahun), yang juga gugur pada hari Senin.

Ahmed dan Mohammed adalah dua dari enam orang Palestina yang dibunuh oleh Israel dalam rentang 24 jam saja di seberang wilayah Palestina, Senin.

“Aku meminta dunia Barat, yang menyaksikan dan menikmati suara penderitaan kami, tentang perlunya berdiri teguh dan memulihkan hak-hak rakyat Palestina,” imbuh Amina. “Dan aku juga menyerukan kepada negara-negara Arab yang telah lalai dan gagal melayani Palestina.”

Sejak Pawai Kepulangan Palestina pecah pada 30 Maret lalu, pasukan Israel telah membunuh lebih dari 183 orang dan melukai 18.000 warga Palestina.

Amina juga mengisahkan bagaimana dua hari sebelum saudara laki-lakinya itu gugur, ia pulang dengan berlumuran darah karena menolong temannya yang terluka dipukul dengan tabung gas air mata.

Ahmed, imbuhnya, mengenakan pakaian yang sama dan baru dicuci ketika ditembak. “Namun tak ada yang bisa menyelamatkannya.” (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Mantan PM Israel Ini Akui Bunuh 300 Orang Palestina dalam 3,5 Menit