Home / Berita / Internasional / Asia / Turki Perkuat Pasukan di Perbatasan dengan Suriah

Turki Perkuat Pasukan di Perbatasan dengan Suriah

Konvoi militer Turki membawa persenjataan berat ke perbatasan dengan Suriah. (Al Jazeera)
dakwatuna.com – Damaskus. Turki terus mengirim pasukan dan persenjataan berat ke perbatasan barat daya dengan Suriah. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi serangan besar oleh rezim Suriah ke wilayah yang dikuasai oposisi.

Konvoi militer Turki tiba di sebuah pos mereka di dekat kota Morek, provinsi Hama, utara Suriah, Kamis (13/08) pagi waktu setempat.

Al Jazeera juga mengamati kedatangan sebuah pesawat militer Turki yang menurunkan lusinan tentara di bandara sipil provinsi Hatay, sekitar 50 km dari perbatasan Turki-Suriah. Belum diketahui apakah pasukan tersebut akan melintasi perbatasan atau tidak.

Turki sudah menjadi tuan rumah tiga setengah juta pengungsi Suriah. Ankara khawatir akan gelombang besar lainnya jika pasukan Suriah – yang didukung oleh kekuatan udara Rusia dan milisi sekutu – menyerang basis pejuang oposisi terakhir yang tersisa di provinsi Idlib.

Menurut Metin Gurcan, seorang ahli keamanan Turki, penguatan perbatasan adalah tindakan defensif.

“Jika melihat jenis-jenis persenjataan, aku dapat katakan bahwa itu bertujuan untuk pertahanan. Jadi aku tak berpikir Turki punya niat menyerang atau intervensi militer dalam kondisi di Idlib,” katanya kepada Al Jazeera.

“Ini semacam pertahanan militer preventif dan defensif untuk mengelola aliran pengungsi yang diantisipasi karena ulah pasukan Suriah yang didukung Rusia dari selatan.”

Hampir 40.000 orang telah melarikan diri dari Idlib setelah serangan udara Suriah-Rusia meningkat selama dua pekan terakhir. PBB memperkirakan, dalam skenario terburuk, sekitar 900.000 warga sipil dapat melarikan diri dari Idlib jika serangan darat skala penuh dimulai. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Kesaksian Warga Desa Kamboja Hempaskan Megaproyek Cina (Bagian 1)

Organization