Home / Berita / Internasional / Asia / Lagi, Pemukim Zionis Serbu Masjidil Aqsha

Lagi, Pemukim Zionis Serbu Masjidil Aqsha

Pemukim Israel menyerbu Masjidil Aqsha dengan dikawal polisi Israel. (Anadolu)
dakwatuna.com – Ramallah. Pemukim Zionis Israel memaksa masuk ke kompleks Masjidil Aqsha hari ini, Ahad (09/09). Demikian laporan dari seorang pejabat Palestina, sebagaimana dikutip dari kantor berita Anadolu.

“Lebih dari 150 pemukim Yahudi menyerbu kompleks suci melalui gerbang Al-Mugharbah,” kata Firas al-Dibs, juru bicara Dewan Wakaf Islam, dalam sebuah pernyataan singkatnya.

Selama berkeliling Masjid, imbuhnya, para pemukim itu dikawal ketat oleh sejumlah polisi Israel.

Menteri Pertanian Israel Uri Ariel termasuk di antara mereka yang melakukan penyerbuan ke Masjidil Aqsha, imbuh al-Dibs.

Ketegangan meningkat di wilayah Palestina – termasuk Yerusalem Timur yang diduduki, tempat Al-Aqsa berada – sejak Presiden AS Donald Trump mengakui Al-Quds sebagai ibu kota Israel.

Bagi Muslim, Al-Aqsha merupakan situs suci ketiga setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Sementara Yahudi menganggapnya sebagai “Gunung Bait Suci”, yang merupakan kuil Yahudi di zaman kuno. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Mahathir Muhammad Kritik Kebijakan Trump