Home / Berita / Internasional / Amerika / Kantornya Disabotase, Trump Murka

Kantornya Disabotase, Trump Murka

Presiden AS, Donald Trump. (businessinsider.com)
dakwatuna.com – Washington. Masalah baru kembali muncul di internal Gedug Putih. Kali ini, seseorang yang tak dikenal menyabotase kantor Presiden AS Donald Trump dengan menempelkan kertas bertulis “Memasuki Kota Gila: Amerika Serikat” di pintu masuk kantor Oval.

Sontak hal tersebut membuat murka sang presiden. Bahkan ia telah meminta Jaksa Agung AS Jeff Sessions untuk menggelar penyidikan untuk mengungkap siapa dalang dari sabotase kantornya itu.

Majalah New Yorker Amerika melaporkan, Trump pertama kali melihat tulisan di pintunya itu pada Jumat (07/09) pagi. Dengan penuh amarah, ia memanggil penasihatnya, Kilian Conway, untuk membaca tulisan itu.

Menurut orang dalam Gedung Putih, akan sangat sulit menemukan siapa pelaku sabotase tersebut. Ada sekitar 70 hingga 100 karyawan di dalam Gedung Putih yang menggunakan kata “kota gila” untuk menggambarkan lingkungan kerja mereka.

Sementara itu, Trump kepada awak media mengatakan, “Siapa yang menempelkan tulisan ini di pintu kantorku, ia telah melakukan penghianatan pada Amerika Serikat.” (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Pejabat Kemenlu AS: Sangat Jelas Keterlibatan MBS dalam Pembunuhan Khashoggi

Organization