Home / Berita / Internasional / Asia / Setelah Syaikh Salman Audah, Dua Ulama Moderat Lain Terancam Hukuman Mati

Setelah Syaikh Salman Audah, Dua Ulama Moderat Lain Terancam Hukuman Mati

Para tahanan politik di Saudi akan menghadapi persidangan rahasia. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Riyadh. Pengadilan Pidana Khusus di Arab Saudi akan menggelar sidang rahasia kedua. Sidang kali ini akan mempertimbangkan permintaan Jaksa Penuntut Umum untuk menjatuhi hukuman kepada Dr. Awad al-Qarni dan Dr. Ali al-Amri.

Demikian keterangan yang disebar luaskan oleh pemilik akun ‘@M3tkl’ di Twitter, seperti dilansir dari Aljazeera.

Sebelumnya, Jaksa juga melayangkan 37 tuduhan yang berkaitan dengan tindak terorisme kepada dai terkenal, Salman Audah. Atas dasar itu, Syaikh Salman Audah kemudian dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut.

Sementara itu, Jaksa Penuntut melayangkan 30 tuduhan keda Syaikh Al-Amri. Satu di antaranya adalah pembentukan “organisasi pemuda untuk mencapai tujuan kelompok teroris rahasia di dalam Kerajaan”.

Akun @M3takl juga mengonfirmasi kabar tentang kesehatan Syaikh Abdul Aziz al-Tarifi. Ulama yang ditangkap pada Juni 2016 lalu itu dipindahkan ke rumah sakit penjara Al-Ha’ir. Kelalaian pelayanan dan tekanan disebut-sebut menyebabkan kessehatannya memburuk.

Sejumlah tahanan juga akan dibawa ke persidangan rahasia pada pekan ini. mereka di antaranya adalah Syaikh al-Muhsin al-Ahmad, Naef al-Sahafi, Muhamad Abdulaziz al-Hudhairi, Dr. Ibrahim al-Harisi, dan beberapa yang lainnya.

Jaksa Penuntut Umum juga melayangkan sejumlah tuduhan kepad nama-nama tersebut. Selain juga meminta agar mereka ditahan dan dicekal dari bepergian ke luar negeri. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan: Jangan Tutup-tutupi Fakta Pembunuhan Khashoggi