Home / Berita / Internasional / Amerika / Trump Bantah Ingin Habisi Bashar Assad

Trump Bantah Ingin Habisi Bashar Assad

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu)
dakwatuna.com – Washington. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyangkal tuduhan yang menyebut keinginannya membunuh Presiden Suriah Bashar Assad. Tuduhan tersebut muncul dalam buku baru yang ditulis oleh jurnalis veteran, Bob Woodward.

Baca juga: Trump Disebut-sebut Ingin Bashar Assad Dibunuh

“Itu bahkan tidak pernah terpikirkan sama sekali,”kata Trump kepada awak media di Gedung Oval, saat menerima kunjungan Emir Kuwait.

Menurut Woodward dalam bukunya “Fear: Trump in the White House” disebutkan, Trump menginginkan militer AS pergi ke Suriah dan membunuh Assad. Itu terjadi setelah pasukan rezim Suriah melancarkan serangan kimia pada April 2017 lalu.

“Mari kita bunuh dia! Mari kita bunuh dia! Mari kita bunuh mereka semua,” kata Trump kepada Menhan AS, seperti ditulis Woodward dalam bukunya.

Serangan kimia tersebut dilakukan di kota Khan Sheikhoun, dan menewaskan setidaknya 80 orang.

Menurut Woodward, Menhan AS James Mattis menyambut perintah Trump itu dan mengaku akan “segera” melaksanakannya. Namun setelah menerima telepon dari Trump, Mattis berbelok arah dan menjelaskan pada stafnya bahwa atensi presiden itu tak akan ditindaklanjuti.

“Kami tidak akan melakukan hal itu. Kami akan melakukan hal yang lebih terukur,” kata Mattis kepada asistennya, seperti diceritakan Woodward.

Alih-alih menargetkan al-Assad secara pribadi, Pentagon menyusun rencana untuk serangan udara untuk mengambil infrastruktur militer Suriah.

Tanggapan Pentagon

Dalam tanggapan resminya terhadap buku Woodward, James Mattis menyebutnya sebagai “fiksi” dan “produk dari imajinasi seseorang”. Ia menambahkan, buku itu merupakan “sebuah literatur merek Washington yang unik”.

“Kata-kata penghinaan tentang Presiden yang dikaitkan dengan ku dalam buku Woodward tidak pernah diucapkan oleh aku atau di hadapanku,” kata Mattis dalam siaran persnya.

Trump juga bereaksi keras atas buku tersebut. Presiden AS itu bahkan menyebutnya sebagai buku yang “dibuat oleh penipu, penipuan pada publik”.

“Buku itu tidak ada artinya. Itu karya fiksi,” pungkasnya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

[Video] Erdogan Walk Out Saat Trump Berpidato di Sidang Umum PBB