Home / Berita / Internasional / Asia / Spanyol Batalkan Penjualan 400 Bom ke Arab Saudi

Spanyol Batalkan Penjualan 400 Bom ke Arab Saudi

Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan menteri pertahanan Spanyol saat itu Maria Dolores Cospedal di Madrid pada April (Middle East Eye)
dakwatuna.com – Madrid. Spanyol membatalkan penjualan 400 bom presisi ke Arab Saudi. Keputusan diambil karena Madrid khawatir senjata itu akan digunakan Riyadh untuk membantai warga sipil di Yaman, kata Kementerian Pertahanan Spanyol, Selasa (04/09).

Kesepakatan antara Spanyol dan Arab Saudi sendiri telah ditanda tangani pada tahun 2015 silam.

Setelah pembatalan ini, pemerintah Spanyol saat ini berencana mengembalikan dana yang telah dibayarkan Saudi. Associated Press melaporkan, dana pembayaran mencapa $ 10,6 juta.

Sebelumnya, keputusan serupa juga diambil beberaa negara seperti Swedia, Jerman, Finlandia, Norwegia dan Belgia. Negara-negara itu menangguhkan penjualan senjata yang kemungkinan digunakan Saudi untuk perang Yaman.

Pembekuan “menunjukkan tren memudarnya kesabaran Eropa terkait dengan bencana kemanusiaan yang terjadi di Yaman”, sebut Kristina Kausch. Ia merupakan senior di German Marshal Fund yang berbasis di Brussel.

Kesepakatan Saudi dan Spanyol sendiri terjadi pada masa pemerintahan Mariano Rajoy. Ia digulingkan oleh mosi tidak percaya parlemen pada Juni lalu, dan digantikan oleh pemerintahan kiri-tengah.

Saat ini, Spanyol dipimpin oleh seorang sosialis bernama Pedro Sanchez. Ia berjanji akan meninjau semua kontrak kerja sama penjualan senjata yang dilakukan oleh pemerintah konservatif sebelumnya.

Pada 23 Agustus lalu, serangan Saudi menewaskan 27 orang, di mana sebagian besarnya adalah anak-anak, di kota Hudaydah. Di bulan yang sama, sebuah bom Saudi juga menghantam bus sekolah dan menewaskan sedikitnya 40 anak-anak.

Pekan lalu, sekelompok ahli di PBB menuding Arab Saudi dan Emirat Arab melakukan kejahatan perang di Yaman. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Masjid di Makkah, Madinah hingga London Gelar Shalat Ghaib untuk Jamal Khashoggi