Pimpinan Persatuan Umat Muslim Internasional, ketua, Yusuf Al-Qaradhawi (tengah), wakil ketua, Ahmad Raisuni (kiri), sekjend, Qurrah Daghi (kanan). (aljazeera.net)

dakwatuna.com РQatar. Persatuan Ulama Muslim Internasional mengecam pengadilan rahasia dan penangkapan terhadap ulama dan para intelektual oleh Kerajaan Arab Saudi.

Organisasi ini kemudian menyerukan agar ada pihak yang mengintervensi Kerajaan agar membebaskan tahanan intelektual serta para ulama dari dalam penjara.

Disamping itu lembaga pimpinan Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi ini menyampaikan pernyataan tegas, pihaknya membantah tuduhan yang menyebut lembaga ini sebagai entitas teroris seperti yang dituduhkan oleh beberapa negara.

Seperti dinukil situs aljazeera.net, hari ini, Rabu (5/9/2018), Persatuan Ulama Muslim Internasional mengeluarkan press rilis berisi keprihatian terhadap sikap Kerajaan yang mengadili para ulama dan reformis di Arab Saudi. Diantara mereka yang ditahan adalah Syaikh Salman Audah, Musa Syarief, Nashr Al-Umar, Safar Al-Hawali dan Aud Al-Qarni serta para ulama lainnya.

Organisasi yang berisikan ulama moderat ini kemudian menekankan, bahwa para ulama dan cendikiawan yang ditahan terbukti tidak pernah melakukan revolusi terhadap negara. Mereka hanya memberikan nasehat kepada penguasa dengan penuh ketulusan tanpa kemunafikan. Sayangnya balasan yang diberikan kepada mereka justru penjara dan hukuman, padahal Arab Saudi merupakan negeri yang berdiri di atas sendi-sendi agama Islam dan akidah Tauhid. (msy/dakwatuna)