Home / Berita / Internasional / Asia / Prancis Kecam Pelanggaran HAM oleh Israel

Prancis Kecam Pelanggaran HAM oleh Israel

Pendukung menuntut agar Salah Hamuri segera dibebaskan. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Paris. Warga Prancis keturunan Palestina, Salah Hamuri, masih ditahan di penjara administratif Israel tanpa dakwaan yang jelas. Hal ini membuat pengacara Hamuri menyebut kasus ini sebagai “penangkapan sewenang-wenang”.

Hamuri sebelumnya tinggal bersama anak dan istrinya di kota Al-Quds. Ia ditangkap pada 23 Agustus 2017 lalu, dan hingga saat ini Israel tidak menjelaskan sebab penangkapan dan penahanan tersebut. Bahkan, masa tahanan Hamuri diperpanjang hingga setidaknya 30 September mendatang.

Pada 25 April lalu, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk HAM telah menyebut penangkapan Hamuri sebagai tindakan ilegal. Namun pengacara Hamuri, Piranja Tourney menilai bahwa “HAM seakan berhenti ketika memasuki perbatasan Israel”.

Tourney menyebut alasan dasar penahanan Hamuri adalah karena Israel tidak menginginkan warga Prancis itu bebas. Ia juga menyebut bahwa kliennya itu merupakan “tahanan politik”.

Dalam pernyataan yang dirilis 23 Agustus lalu, Kemenlu Prancis juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap penambahan masa tahanan Hamuri.

Dalam pernyataan itu disebutkan, Presiden dan Menlu beberapa kali membahas polemik Hamuri dengan PM Israel. “Keduanya juga meminta ada batasan terhadap penahanan administratif Hamuri, yang membuatnya tidak tahu menahu soal dakwaan yang ditujukan.”

Namun pernyataan Kemenlu itu tidak disambut positif oleh pengacara Hamuri. Bahkan Tourney menilai seharusnya Prancis bisa lebih menekan Israel agar segera membebaskan warganya itu. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Warga Palestina Diberi 8 Hari untuk Angkat Kaki dari Khan al-Ahmar