Home / Berita / Internasional / Asia / Erdogan: Turki Hancur, Kawasan Juga Hancur

Erdogan: Turki Hancur, Kawasan Juga Hancur

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Ankara. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji akan mewujudkan perdamaian dan keamanan di Kawasan, Ahad (26/08). Menurutnya, kehancuran yang menimpa Turki sama saja dengan kehancuran bagi kawasan regional secara keseluruhan.

Hal itu disampaikan Erdogan dalam peringatan 947 tahun kemenangan Pertempuran Malazgirt. Pertempuran ini melibatkan pasukan Kesultanan Seljuk yang berhasil memukul mundur pasukan Bizantium, dan menguasai wilayah Anatolia.

Pada kesempatan tersebut, Erdogan berjanji akan mewujudkan perdamaian dan keamanan di Irak dan wilayah Suriah tidak di bawah kendali Turki. Selain itu, ia juga bertekad memberangus organisasi teroris yang ada di Kawasan.

Lebih lanjut, Erdogan juga menyamakan serangan kepada Turki baru-baru ini sebagai serangan kepada wilayah Anatolia di masa lalu. Ia memperingatkan, tindakan seperti itu akan menghancurkan Kawasan di sekitar.

“Jangan lupa, Anatolia merupakan bentenf tak tertembus. Jika itu hancur, maka tidak akan ada lagi Timur Tengah, Afrika, Asia Tengah, Balkan, ataupun Kaukasus,” kata Erdogan di hadapan publik di provinsi Bitlis.

Erdogan menegaskan, negaranya bukan sekedar wilayah geografis belaka. Lebih dari itu, Turki merupakan puncak gunung es yang memikul tanggung jawab besar berupa sejarah keemasannya, peradaban kuno dan komitmen kemanusiaan.

Ia menambahkan, “Kita harus kuat di seluruh lembaga-lembaga kita. Jika tidak, (musuh) tidak akan membiarkan kita hidup walau satu hari pun baik di dalam negeri maupun di wilayah lain di seluruh dunia ini.”

Pertempuran Malazgirt (atau Manzikert) terjadi pada 26 Agustus 1071. Hari itu, Kesultanan Seljuk Turki di bawah komando Sultan Alparslan berhasil mengalahkan pasukan Bizantium dan membuka wilayah Anatolia untuk bangsa Turki. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Kesaksian Warga Desa Kamboja Hempaskan Megaproyek Cina (Bagian 1)

Organization