Home / Berita / Internasional / Eropa / Dua Negara Bagian di Jerman Berusaha Larang Penggunaan Cadar

Dua Negara Bagian di Jerman Berusaha Larang Penggunaan Cadar

Ilustrasi. (Foto: blogspot.com)
dakwatuna.com – Berlin. Dua negara bagian Jerman, Nordrhein-Westfalen dan Bavaria, berupaya mengajukan rancangan undang-undang bersama terkait larangan penutup wajah (cadar) di pengadilan. RUU ini akan dibawa ke Bundesrat, parlemen pemerintah-pemerintah negara bagian di Jerman.

Peter Biesenbach, Menteri Kehakiman Nordrhein-Westfalen mengatakan, cadar tidak kompatibel dengan pencarian kebenaran. Maka, cadar harus dilarang dalam pengadilan.

Menurut Biesenbach, jarang ada kesaksian bernilai tanpa ekspresi wajah atau gerak tubuh. “Jika dahi saksi berkeringat, maka Hakim harus mempertimbangkan hal ini ketika menilai segala pernyataan,” katanya.

Perlu diketahui, hingga saat ini di Jerman belum ada larangan cadar di pengadilan. Sejauh ini baru ada perintah pengadilan yang dikeluarkan dalam kasus-kasus individual.

Menurut jadwal, RUU ini akan dibahas pada sidang pertama Bundesrat setelah libur musim panas pada 21 September mendatang.

Sejak Juni 2017, undang-undang federa melarang penggunaan cadar bagi karyawan dan tentara.
Larangan cadar juga kembali berlaku bagi pengemudi kendaraan di Jerman sejak Oktober 2017.

Selain itu, ada pula peraturan tertentu berkenaan dengan cadar di sekolah maupun universitas di wilayah tertentu. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Mahathir Muhammad Kritik Kebijakan Trump