Home / Berita / Internasional / Asia / Soal Bantuan untuk Rohingya, Turki Berada di Garis Depan

Soal Bantuan untuk Rohingya, Turki Berada di Garis Depan

Pengungsi Rohingya antre di depan posko milik lembaga Turki, TIKA. (Anadolu)
dakwatuna.com – Ankara. Sejak 25 Agustus tahun lalu, lembaga-lembaga Turki tetap berada di garis terdepan dalam memberikan bantuan untuk pengungsi Rohingya di Cox Bazar, Bangladesh.

Sejumlah lembaga Turki itu di antaranya Badan Koordinasi dan Kerja Sama Turki (TIKA), Bulan Sabit Merah Turki, dan Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD).

Ketiganya telah berkontribusi besar dalam membantu para pengungsi Rohingya, seperti menyediakan bahan makanan, kebutuhan sehari-hari, tempat penampungan, perawatan kesehatan, dan pendidikan, untuk puluhan ribu orang.

Koodinator TIKA di Bangladesh Ahmet Refik Cetinkaya menuturkan, pihaknya telah memberikan bantuan kepada pengungsi Rohingya sejak 07 September tahun lalu. bantuan pertama yang disalurkan saat itu berupa bahan makanan seberat 60 ton.

Masih menurut Cetinkaya, sekitar 1.000.000 pengungsi Rohingya berada di Bangladesh, dengan 706.000 orang di antaranya mencari perlindungan di Cox Bazar. Sementara sekitar 300.000 penduduk setempat juga meminta bantuan sejak migrasi Rohingya.

10 Juta Makanan Hangat

Cetinkaya menambahkan, penyaluran makanan hangat menjadi “tulang punggung dari kegiatan bantuan kami”.

“Selama satu tahun, kami menyediakan 10 juta makanan hangat,” katanya.
Makanan termasuk daging, ayam dan beras, katanya. Ia menambahkan, sekitar 25.000-30.000 orang mendapat manfaat dari makanan per harinya.

“Kami juga mempekerjakan 120 orang. Separuh dari mereka adalah warga Bangladesh, sisanya dari Rohingya.”

Selain TIKA, Bulan Sabit Merah Turki juga menyediakan makanan hangat bagi 41.030 keluarga pengungsi Rohingya di Cox’s Bazaar.

Lembaga itu juga menyediakan paket bantuan makanan untuk 50.744 keluarga, paket makanan Ramadan khusus untuk 11.350 keluarga dan 11.350 kotak sayuran / buah, kata Bulan Sabit Merah Turki kepada Anadolu Agency.

Sementara AFAD juga memberi 15.000 paket bantuan makanan di Cox’s Bazar, menurut data yayasan yang diberikan kepada Anadolu.

Selain makanan, TIKA menyediakan 6 ambulans untuk rumah sakit, mendirikan taman bermain, dan membagikan 10.000 selimut.

TIKA juga membangun jembatan baja sepanjang 100 meter di daerah itu, yang akan membantu proses distribusi bantuan, kata Cetinkaya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

[Video] Seorang Guru Ingin Cium Tangannya, Begini Respon Erdogan

Organization