Home / Berita / Internasional / Asia / Tamu-tamu Allah di Arafah; Penuh Khusyu’ dan Ketenangan

Tamu-tamu Allah di Arafah; Penuh Khusyu’ dan Ketenangan

Situasi wukuf di Padang Arafah. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Riyadh. Tamu-tamu Allah berkumpul di Padang Arafah untuk mengerjakan rukun utama dalam ibadah Haji. Ya, hari ini, Senin (20/08) merupakan tanggal 09 Dzulhijjah di Arab Saudi sana.

Di Padang Suci Arafah, mereka berdiam diri dengan penuh keimanan, khusyu’ dan ketenangan. Bacaan talbiyah, dzikir, istighfar, takbir dan tahlil menjadi kesibukan mereka hari itu.

Siangnya, para tamu Allah mendirikan shalat Zhuhur dan Ashar secara qashr dan jama’ taqdim di Masjid Nimra yang ada di Arafah. Selebihnya, mereka kembali tenggela dalam takbir dan doa.

Para jemaah kemudian bertolak meninggalkan Arafah untuk menuju Muzdalifah ketika matahari sudah siap kembali peraduannya. Di Muzdalifah, mereka mengerjakan shalat Maghrib dan Isya’ secara jama’ ta’khir, bermalam di sana sambil mengumpulkan batu kerikil untuk keperluan lontar jumrah keesokan harinya.

Hari pertama Idul Adha mereka melakukan lontar Jumrah Aqabah Kubra menggunakan kerikil yang telah dikumpulkan semalam. Selain juga melakukan tahalul (memotong rambut) dan tawaf idhafiyah di Masjidil Haram.

Selanjutnya, pada tiga hari tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah) mereka habiskan di Mina. Di sana, mereka melakukan lontar jumrah yang dimulai dari Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah. Baru kemudian mereka kembali ke Masjidil Haram guna melakukan tawaf wada’ (perpisahan) yang menandai prosesi ibadah Haji telah paripurna.

Pada Ahad kemarin, tamu-tamu Allah berbondong ke Mina untuk menghabiskan hari Tarwiyah. Saudi Press Agency melaporkan, “Ribuan pasukan keamanan dari berbagai sektor mendampingi para jemaah dalam perjalanan mereka dari Makkah menuju Mina.”

Sementara Gubernur Makkah Khalid al-Faishol dalam konferensi pers mengatakan, sekitar dua juta orang tiba di Makkah untuk menunaikan manasik haji tahun ini. Melalui ibadah haji ini, menurutnya, Islam memberi pesan kepada dunia bahwa “Islam adalah agama damai”.

Sementara menurut Menteri Kesehatan Taufiq al-Rabi’ah, pemerintah Saudi menyiapkan sekitar 300.000 petugas kesehatan. Mereka ditugaskan di 25 rumah sakit untuk menghadapi kondisi darurat yang mungkin terjadi.

Al-Rabi’ah menambahkan, situasi hingga saat ini masih terkendali, dan belum ada penyakit atau epidemi yang terdeteksi. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Masjid di Makkah, Madinah hingga London Gelar Shalat Ghaib untuk Jamal Khashoggi