Home / Berita / Internasional / Afrika / Banyak Warga Mesir Tak Bisa Pergi Haji, Mengapa?

Banyak Warga Mesir Tak Bisa Pergi Haji, Mengapa?

Jemaah haji di Mina (rt.com)
dakwatuna.com – Kairo. Sudah lama Mahmoud Oni bermimpi untuk pergi ke Arab Saudi guna menjalankan ibadah haji. Namun kesulitan ekonomi yang ada di Mesir membuatnya yakin bahwa mimpi itu tak akan terwujud.

Kisah Oni ini setidaknya menggambarkan kondisi yang dialami oleh banyak warga Mesir. Kerinduan mereka untuk berziarah ke tanah suci harus pupus karena kondisi sulit yang mereka alami.

Saat ini Oni berusia 47 tahun dan bekerja sebagai staf di kementerian pemuda dan olahraga. Pria yang tinggal di Kairo itu mengakui bahwa kondisi ekonomi negaranya tengah sulit saat ini. Kondisi itu membuatnya menunda rencana pergi haji hingga waktu yang belum ditentukan.

“Untuk diriku dan anak-anakku saja hampir tidak cukup,” tutur Oni, menggambarkan biaya hidup yang mahal. “Tidak masuk akal aku pergi haji sementara keluargaku sangat memerlukan, sementara agama mengatakan: Bagi yang mampu melakukan perjalanan ke sana.”

Oni menuturkan, tahun 2010 lalu ia mendengar lima atau enam tetangganya pergi haji. Sementara saat ini, dalam tiga atau empat tahun hanya ada satu orang saja yang berkesempatan haji.

Bencana Inflasi

Warga Mesir menjadi korban kenaikan harga-harga, termasuk bahan bakar dan listrik. Sementara negara terus memotong subsidi dalam rangka reformasi ekonomi yang didukung Dana Moneter Internasional (IMF).

Pada November 2016 lalu, Mesir meliberalisasi nilai mata uangnya. Keputusan itu menimbulkan inflasi yang pada Juli 2017 mencapai titik tertinggi. Saat ini, inflasi mulai berangsur surut.

Umar Marwan, Kepala Misi Haji mengatakan, jumlah calon jemaah haji tahun ini hanya 64.000. Padahal kuota haji Mesir tahun ini berjumlah 80.000. Tahun lalu jumlah jemaah memenuhi kuota yang ada, namun situasi ekonomi menyebabkan banyak Umat Islam tak dapat pergi. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Raja Salman Resmikan Kereta Cepat Haramain, Hubungkan Makkah-Madinah