Home / Berita / Internasional / Asia / Kapan Penderitaan Rohingya Berakhir?

Kapan Penderitaan Rohingya Berakhir?

Pengungsi Rohingya. (Aljazeera)
dakwatuna.com – New York. Kristina Berger, Utusan Sekjen PBB untuk Myanmar mengatakan, penyelesaian masalah pengungsi Rohingya memerlukan waktu yang panjang. Ia juga meminta pemerintah Myanmar membantu mengubah kondisi dengan mengizinkan Muslim Rohingya kembali ke kampung halaman mereka di Provinsi Rakhine.

Hal itu disampaikan Berger dalam keterangan pers dari Markas PBB di New York. Sebelumnya, DK PBB menggelar pertemuan tertutup terkait Myanmar selama kurang lebih tiga jam.

Menurut Berger, pemberian sanksi kepada Myanmar tergantung pada para anggota DK PBB. “Tak ada yang instan, masalah ini memerlukan waktu yang panjang,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan, dua bulan lalu ia bertemu dengan Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi sebanyak tiga kali. “Tiga kali pertemuan sangat positif. Pemimpin Myanmar itu menyadari situasi sulit terkait Rohingya.”

Berger juga menekankan “pentingnya menjalankan MoU antara Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi, Program Pembangunan PBB dan Pemerintah Myanmar pada Juni lalu. di dalamnya Myanmar berjanji akan mempersiapkan kembalinya pengungsi Rohingya ke rumah mereka”. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Qatar: Negara Kami Jauh Lebih Kuat meski Diboikot

Organization