Home / Berita / Internasional / Asia / Setelah Dua Tahun, Status Keadaan Darurat di Turki Resmi Berakhir

Setelah Dua Tahun, Status Keadaan Darurat di Turki Resmi Berakhir

Pemerintah Turki tak perpanjang status keadaan darurat. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Ankara. Turki secara resmi telah keluar dari status keadaan darurat, terhitung sejak pukul 01:00 hari ini, Kamis (19/07) waktu setempat. Status ini telah berlaku di seluruh Turki sejak dua tahun terakhir, tepatnya setelah upaya kudeta gagal 2016 lalu.

Status keadaan darurat pertama kali diberlakukan untuk tiga bulan. Namun, hingga kini telah mengalami perpanjangan hingga tujuh kali. Perpanjangan terakhir selesai pada dini hari tadi. Pemerintah Turki mengumumkan, pihaknya tidak akan memperpanjangnya lagi.

Menurut Konstitusi yang berlaku, selama tidak ada permintaan perpanjangan yang diterima Parlemen maka keadaan darurat secara otomatis berakhir dengan berakhirnya tegat waktu.

Selama kurang lebih dua tahun keadaan darurat, pemerintah Turki memecat lebih dari 110.000 pegawai negeri sipil. Selain juga menjebloskan lebih dari 1500 orang ke dalam penjara.

Pemerintah juga menangkap lebih dari 77.000 orang. Mereka semua dituduh terkait dengan Fethulahist Terrorist Organization (FETO), kelompok yang disebut-sebut dalang upaya kudeta.

Pemberlakuan status keadaan darurat mengundang kecaman dari sejumlah negara Barat. Namun Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sejak awal menegaskan bahwa langkah itu tidak bertentangan dengan HAM, dan atas persetujuan Parlemen yang dipilih rakyat. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Lagi, Turki Kirim Tentaranya ke Suriah