Home / Berita / Internasional / Amerika / Amerika Murka.. Bagaimana Rusia Menilai Pertemuan Trump dan Putin?

Amerika Murka.. Bagaimana Rusia Menilai Pertemuan Trump dan Putin?

Donald Trump dan Vladimir Putin bertemu di Helsinki, Finlandia. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Moskow. Sejumlah pejabat dan anggota parlemen Rusia memuji keberhasilan Presiden Vladimir Putin pada pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Helsinki beberapa hari lalu. Sebaliknya, publik Amerika justru mengkritik, menilai lemah bahkan menuduh Trump berkhianat karena melepaskan Rusia dari dugaan skandal intervensi dalam pemilihan presiden AS.

Pertemuan Trump dan Putin memang tidak mencapai hasil konkret dalam hal perbaikan hubungan bilateral, atau kesepakatan terkait isu-isu dunia. Namun, publik Rusia menilai Putin berhasil menghalau tuduhan intervensi Rusia terhadap urusan Amerika. Trump juga dinilai membantu, yang hingga saat ini kekeh membantah adanya intervensi.

Dalam pertemuan, Putin mengumumkan kesiapan intelijen melakukan investigasi terhadap 12 perwira Rusia. Nama-nama mereka keluar dalam investigasi di Amerika, dan disebut terlibat dalam pembajakan elektronik selama pemilihan presiden AS 2016 lalu.

Migguan Rusia “The Moskow Times” mengutip pernyataan sejumlah tokoh Rusia yang menilai Putin berhasil dalam pertemuan Helsinki. Mereka menilai hasil Pertemuan Trump dan Putin melebihi perkiraan. Selain itu mereka juga menyebut pertemuan sebagai langkah pertama dalam memperbaiki hubungan bilateral.

Menlu Rusia Sergey Lavrov menyebut pertemuan Helsinki menakjubkan dan lebih dari memuaskan.

Sementara Viktor Bondarev, Ketua Komite Keamanan dan Pertahanan dalam Dewan Federasi Rusia menyebut Amerika gagal menguapayakan dunia yang unipolar. Rusia, imbuhnya, tidak dapat dikesampingkan, dan pertemuan Helsinki jadi bukti nyata akan hal itu.

Pada gilirannya, Ketua Komite Luar Negeri dalam Dewan Federasi Rusia Konstantin Kosachev menyebut pertemuan merupakan skenario terbaik yang mungkin terjadi. Namun, ia membayangkan skenario lain di mana Presiden Amerika membuat konsesi, seperti mengakui bahwa penilaian Washington terhadap masalah Krimea dan konflik timur Ukraina salah.

Sedangkan di televisi Rusia, sejumlah peserta dalam acara diskusi menyebut Putin pergi ke Helsinki dengan wajah tegak. Kesuksesan menggelar Piala Dunia menjadi alasan mereka untuk itu.

Pengamat Itali bahkan mengatakan, berkat pertemuan Helsinki, Rusia tidak lagi dipandang sebagai negara yang harus dimusuhi. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Orang Dekat Muhammad bin Salman Ada di Konsulat Saudi di Istanbul saat Khashoggi Menghilang