Home / Berita / Internasional / Asia / Perang Dagang AS-Cina, Turki Diuntungkan?

Perang Dagang AS-Cina, Turki Diuntungkan?

Ilustrasi perang dagang AS-Cina. (Global Meat News)
dakwatuna.com – Ankara. Ketua Asosiasi Bisnia Turki-Amerika, Ali Osman Akat menyebut Turki bisa mendapat keuntungan dari perang dagang yang tengah berlangsung antara Amerika Serikat dan Cina.

“Dibandingkan dengan aktor-aktor besar krisis ini, serta angka impor dan ekspor partai besar, Turki akan menjadi salah satu negara yang kurang terkena dampak dalam perang dagang,” katanya, seperti dilansir dari Yenisafak, Selasa (10/07).

Akat menilai, perang dagang yang terjadi saat ini bisa menjadi ‘perang dagang global’. Menurutnya, peluang dapat dieksploitasi ketika ada krisis.

“Kami kurang terkena dampak karena perbedaan besar antara ekspor dan impor ke AS. Tetapi kami akan lebih menderita dari masalah manufaktur berbasis impor,” imbuhnya.

“Atas nama Turki, bersama dengan investor dan industri skala kecil, menengah dan besar, kami ingin menjadi pemenang perang dagang.”

Pada Maret lalu, Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif 25% untuk besi dan baja impor, serta 10% untuk alumunium. Sejak saat itu masalah tersebut menjadi pembahasan hangat di antara AS dan mitra dagang utamanya.

Akibatnya, China memberlakukan tarif senilai $ 3 miliar, atau antara 15 hingga 25 persen, pada 128 barang Amerika. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan: Jangan Tutup-tutupi Fakta Pembunuhan Khashoggi