Home / Berita / Internasional / Asia / Rezim Assad Menghilangkan Kakinya, Turki Mengembalikan Senyum di Wajahnya

Rezim Assad Menghilangkan Kakinya, Turki Mengembalikan Senyum di Wajahnya

Maya dan ayahnya. (Yeni Safak)
dakwatuna.com – Ankara. Gadis Suriah Maya Muri tak sabar untuk dapat berjalan kembali. Ia telah dipindahkan ke kota Istanbul, Turki untuk instalasi kaki buatan.

Maya dilarikan ke Istanbul oleh Bulan Sabit Merah Turki. Sebelumnya kantor berita Anadolu bertemu dengan Maya dan keluarganya di salah satu kamp pengungsian di Provinsi Idlib Suriah.

Maya dan ayahnya. (Yeni Safak)

Maya masih berusia delapan tahun. Kepada Anadolu ia mengajukan pada pihak berwenang untuk membantunya memasang protesa kaki sehingga ia dapat berjalan kembali.

Keluarga Maya terdiri dari ayah yang juga kehilangan kakinya, serta ibu dengan enam orang anak. Mereka tinggal di Aleppo selatan. Akibat serangan rezim Suriah, mereka terpaksa mengungsi di salah satu kamp yang tersedia.

Maya dan ayahnya. (Yeni Safak)

Maya lahir dengan malformasi di kedua kakinya. Di rumah hanya ada barang-barang plastik tak terpakai untuk membantunya berjalan. Sementara keluarganya hidup dalam kemiskinan. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Enggan Serahkan Gulen, Trump Malah Desak Erdogan Bebaskan Pendeta AS

Organization