Home / Berita / Internasional / Asia / Jamaah Permalukan Syaikh Abdurahman Al-Sudais di Sebuah Masjid di Jenewa

Jamaah Permalukan Syaikh Abdurahman Al-Sudais di Sebuah Masjid di Jenewa

Suasana sebelum Syaikh Sudais meninggalkan masjid. (Daily Sabah)
dakwatuna.com – Jenewa. Imam Masjidil Haram dan Kepala Urusan Dua Masjid Syaikh Abdulrahman Al-Sudais mendapatkan perlakuan tak mengenakkan saat memberi kajian di salah satu masjid di Jenewa, Swiss. Pasalnya para jamaah justru mengkritik dan mempermalukannya dengan keras.

Warganet memperbincangkan sebuah video yang beredar di media sosial yang mereka m detik-detik peristiwa tersebut. Seorang jamaah asal Aljazair bernama Shalahuddin mempertanyakan sikap Syaikh Sudais tentang boikot Qatar, perang Yaman, dan pelanggaran lainnya.

“Anda menjelaskan pada kami tentang keamanan, sementara Anda memboikot saudara-saudara di Yaman dan Qatar, sebab pertumpahan darah di Aljazair tahun 1992, kudeta Mesir dan Turki,” kata Shalahuddin.

Ia menambahkan, “Anda mendukung Al Saud, dan Anda bertanggung jawab di hari kiamat. Tidak ada ketaatan bagi Anda, wahai hamba Amerika. Semoga Allah menolong negara yang adil walau kafir. Anda thagut.”

Di akhir video, seorang Maroko menanyakan sikap Syaikh Sudais tentang boikot Qatar. Selain juga keputusan Saudi memilih Amerika sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 daripada Maroko.

Dalam video itu tidak tampak jawaban As-Sudais atas pertanyaan warga Maroko itu. Ia hanya mengaminkan doa bahwa Allah memperbaiki keadaan Saudi dan Qatar.

Syaikh Sudais merupakan pendukung utama rezim di Saudi. Sejumlah pernyataannya juga mengundang kontroversi dalam beberapa tahun terakhir. Di antaranya ia mendukung kudeta militer di Mesir, serta menyebut Amerika Serikat di bawah Trump mendukung perdamaian. (whc/dakwatuna)

Video bisa dilihat di:
https://web.facebook.com/1652147214839539/videos/1738848902836036/

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Penangkapan Dai dan Masyayikh di Saudi Berlanjut

Organization