Home / Berita / Internasional / Asia / Deal of the Century: Negara Palestina Tanpa Kedaulatan Beribu Kota Abu Dis

Deal of the Century: Negara Palestina Tanpa Kedaulatan Beribu Kota Abu Dis

Pertemuan delegasi AS dan Israel di Tel Aviv. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Tel Aviv. Penasihat Presiden AS untuk Perdamaian Timur Tengah Jared Kushner dan Jason Greenblatt bertemu dengan PM Israel Benyamin Netanyahu. Ketiganya membahas soal promosi Deal of the Century.

Surat kabar Israel Haaretz merilis rincian poin per poin dari kesepakatan tersebut. di antaranya menjadikan pinggiran kota Abu Dis sebagai ibu kota bagi Palestina, sebagai ganti Al-Quds Timur.

Kushner, Greenblatt dan Netanyahu berkumpul di Tel Aviv pada Jumat (22/06) kemarin. Sebelumnya, Kushner dan Greenblatt menjalani serangkaian kunjungan yang meliputi Yordania, Arab Saudi, Mesir, Qatar dan terakhir Tel Aviv.

Selama kunjungan, Washington banyak berbicara soal langkah perdamaian. Sementara Palestina menyebutkan, hal itu merupakan skema untuk melikuidasi perjuangan mereka.

Koresponden Aljazeera di Al-Quds Ilyas Kiram melaporkan, pertemuan tiga orang tersebut berakhir tanya pernyataan resmi. Ia juga menyebut heningnya media yang tampak disengaj pada rangkaian pertemuan delegasi Amerika.

Namun begitu, delegasi AS tampaknya mempresentasikan Deal of the Century kepada Israel, imbuh Kiram.

Kiram melanjutkan, kesepakatan yang diinisiasi AS semakin jelas sedikit demi sedikit. Itu semakin mengkhawatirkan bagi Palestina dan mendorong pihak Palestina memboikot pertemuan dengan delegasi AS.

Seperti diketahui, akhir tahun lalu Presiden Donald Trump mengklaim sepihak Al-Quds sebagai ibu kota Israel. Langkah itu membuat Palestina berang dan mencoret Washington dari daftar sponsor perdamaian.

Deal of the Century

Seiring dengan pertemuan delegasi AS dengan Netanyahu, surat kabar Israel Haaretz merilis rincian ‘kesepakatan abad ini’. Disebutkan, kesepakatan itu memaksa Palestina menerima Abu Dis sebagai ibu kota menggantikan Al-Quds.

Sebagai gantinya, Israel diharuskan untuk menarik diri dari tiga wilayah pinggiran utara dan selatan Al-Quds. Sementara KotaL Lama masih tetap di bawah kontrol Zionis.

Ditambahkan, Washington juga tidak memaksa Israel meninggalkan permukiman manapun, bahkan hingga di wilayah terpencil. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Penangkapan Dai dan Masyayikh di Saudi Berlanjut

Organization