Home / Berita / Internasional / Asia / Identitas Pelaku Bunuh Diri di Masjidil Haram Terungkap

Identitas Pelaku Bunuh Diri di Masjidil Haram Terungkap

Masjidil Haram (okazmedia)
dakwatuna.com – Paris. Identitas pelaku bunuh diri di dalam Masjidil Haram Makkah telah diketahui. Dilansir dari Aljazeera, Ahad (10/06), pria tersebut berkewarganegaraan Prancis.

Hal ini sebagaimana pengumuman dari seorang pejabat di kementerian luar negeri Prancis. Namun tidak ada rincian lebih lanjut terkait identitas pelaku.

Seperti diwartakan sebelumnya, seorang pria tak dikenal nekat melompat dari lantai atas masjid. Insiden itu terjadi pada hari Jumat (08/06) setelah shalat Isya’ waktu setempat.

“Seorang jamaah melompat dari lantai atas Masjidil Haram ke lantai dasar masjid, hal itu menjadi sebab kematiannya sesaat setelah ia terjatuh,” kata keterangan dari kepolisian setempat. Disebutkan, insiden terjadi pada pukul 21:30 waktu setempat.

Dalam beberapa tahun terakhir juga terjadi insiden serupa di Masjidil Haram. Di antaranya ada yang berhasil diselamatkan. Berbagai sebab melatarbelakangi bunuh diri, seperti sakit jiwa, masalah ekonomi atau keluarga.

Sebagian besar pelaku memilih untuk lompat dari lantai tawaf atas, dan jatuh ke lantai bawah Masjid. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

100 Hari Masa Pemerintahan, Erdogan Berhasil Wujudkan 340 dari Total 400 Program Kerja

Organization