Home / Berita / Internasional / Asia / Argentina Batalkan Laga Persahabatan dengan Israel

Argentina Batalkan Laga Persahabatan dengan Israel

Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Buenos Aires. Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) membatalkan rencana pertandingan persahabatan melawan Israel. Ini sebagaimana yang diwartakan media Argentina, seperti dikutip Aljazeera, Rabu (06/06).

Situs olahraga Argentina Minotouno pada Selasa (05/06) kemarin melaporkan, laga persahabatan yang akan digelar di Al-Quds (Yerusalem) itu ‘ditangguhkan’. Disebutkan hal itu karena derasnya kritik yang dialamatkan kepada kapten tim, Lionel Messi.

Seperti diwartakan sebelumnya, Argentina berencana menggelar laga persahabatan dengan Israel. laga uji coba sebelum Piala Dunia di Rusia itu rencana akan digelar di Yerusalem pada Sabtu (09/06) mendatang.

Laga tersebut rencana digelar di Stadion Teddy yang terletak di Yerusalem. Sebuah wilayah yang dirampas oleh Israel dari bangsa Palestina 1948 silam.

Menanggapi perkembangan terbaru ini, PM Israel Benyamin Netanyahu disebut akan menghubungi Presiden Argentina Mauricio Macri.

Sementara Dubes Palestina di Argentina, Husni Abdel Wahed, dengan keras menyatakan penetangannya terhadap laga tersebut.

“Pertandingan ini sama saja seperti kita merayakan …. pendudukan Malvinas,” katanya di Radio Coperativa, Selasa. Malvinas adalah perang yang berlangsung selama kira-kira 2 bulan antara Argentina dan Britania Raya untuk Kepulauan Falkland.

Menurut Abedel Wahed, laga persahabatan itu merupakan bagian dari perayaan 70 tahun pendudukan Israel atas tanah Palestina.

“Bagi kami, pertandingan ini tidak dapat diterima karena digelar di Yerusalem yang merupakan wilayah pendudukan. Dan akan menyakitkan saat melihat tim yang dicintai secara luas oleh warga Palestina dan Arab, ternyata mendukung pelanggar hukum internasional,” jelasnya.

Tak Ada Persahabatan dengan Penjajah

Timnas Sepak Bola Argentina akan berlaga di Piala Dunia di Rusia 14 Juni mendatang. Sementara Israel, gagal lolos ke turnamen tersebut.

Bulan lalu, gerakan Boycott Divestment and Sanctions (BDS) menyeru agar penjajahan Israel atas tanah Palestina segara diakhiri. Selain itu, BDS juga mendesak Argentina untuk membatalkan laga persahabatan dengan Israel tersebut.

BDS menyebut laga persahabatan tersebut bersifat politis. Selain juga menuduh Israel sengaja menggelar laga itu untuk menutupi kebrutalan mereka terhadap warga Palestina.

“Tidak ada persahabatan dengan pendudukan militer dan pemerintahan apartheid. Jangan bertanding dengan Israel hingga hak-hak warga Palestina dihormati,” sebut BDS.

Sementara Israel menganggap BDS sebagai gerakan anti-Semit dan anti-Yahudi.

Perebutan Yerusalem

Status Yerusalem, yang setengahnya diduduki Israel setelah Perang Arab-Israel 1967, masih diperebutkan.

Israel mengklaim seluruh Yerusalem adalah ibu kota mereka. Sementara Palestina bersikeras Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka suatu saat nanti.

14 Mei lalu, Amerika Serikat secara resmi memindahkan Kedubes-nya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Tindakan itu segera mendapat respon keras baik dari internal Palestina maupun dunia internasional. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Membaca Arah Hubungan Rusia dan Israel