Home / Berita / Internasional / Asia / Iran Tak Berniat Batasi Pengaruhnya di Timur Tengah

Iran Tak Berniat Batasi Pengaruhnya di Timur Tengah

Rudal Iran. (arabic.cnn.com)
dakwatuna.com – Teheran. Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khameini mengatakan, pihaknya tidak berpikir untuk meninggalkan proyek rudal. Menurutnya, itu menjadi “landasan keamnan Iran”. Selain itu, ia juga menegaskan tidak berniat membatasi pengaruhnya di Timur Tengah.

“Eropa harus sadar bahwa upaya membatasi proyek rudal Iran adalah mimpi yang tak akan terwujud. (Proyek nuklir Iran, red) merupakan salah satu pencapaian penting kami,” kata Khameini, seperti dilansir dari Aljazeera, Selasa (05/06).

Khameini menambahkan, para musuh melancarkan perang ekonomi dan psikologis untuk menundukkan Iran. “Namun kami akan merespon 10 kali lebih kuat jika diserang musuh,” imbuhnya.

Pemimpin Tertinggi di Iran itu kemudian menyampaikan pesan kepada para pemuda Arab. Ia mengatakan, “Kalian harus ambil tindakan dan inisiatif untuk memutuskan masa depan.”

“Sebagian negara di Kawasan bertindak layak musuh kepada rakyatnya sendiri. Kami akan terus mendukung negara tertindas dan pasukan perlawanan di kawasan ini,” pungkasnya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Laman Berita Terkemuka Arab Saudi Sebut Erdogan “Hitler Baru”