Home / Berita / Internasional / Amerika / Berapa Jumlah Warga Sipil yang Dibunuh Pasukan AS Sepanjang 2017?

Berapa Jumlah Warga Sipil yang Dibunuh Pasukan AS Sepanjang 2017?

Kapal Perusak ‘USS Donald Cook’ di Perairan Laut Merah tahun 2003. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Washington. Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon), baru-baru ini merilis hasil studi yang mereka lakukan. Studi ini berkaitan dengan jumlah warga sipil yang tewas dalam operasi militer yang mereka lakukan.

Dilansir dari Aljazeera, Ahad (03/06), hasil studi mengungkapkan sekitar 500 warga sipil tewas selama operasi militer mereka tahun 2017 silam.

Lebih lanjut disebutkan, jumlah tersebut didapat selama Presiden Donald Trump mengambil alih kekuasaan. Di mana pasukan AS berupaya memberantas milisi ISIS dan lainnya.

Dalam laporannya di Washington Post, Messi Rayan mengatakan, Kongres AS memerintahkan Pentagon untuk melakukan studi tersebut. Hasilnya telah resmi dirilis pada Jumat lalu.

Menurut Rayan, ada data valid yang menyebut 499 warga sipil tewas. Sementara 196 lain cedera selama operasi militer AS di tahun 2017.

Operasi militer yang dimaksud adalah yang dilakukan AS melawan ISIS di Irak, Afghanistan, Suriah dan Yaman. Selain juga operasi melawan Taliban di Afghanistan, serta melawan Al-Qaeda di Jazirah Arab.

Sementara itu, para pengamat tampak meragukan laporan Pentagon tersebut. Mereka meyakini, jumlah warga sipil yang tewas selama operasi militer AS jauh lebih besar dari itu.

Para pengamat menyebut adanya sistem yang cacat dalam menyelidiki potensi kematian dan cara menghitungnya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan: Jangan Tutup-tutupi Fakta Pembunuhan Khashoggi